Putra Salman Mengunjungi Gedung Putih untuk Membahas Perjanjian Pertahanan Bersama dengan Amerika
Berita:
Sumber-sumber CBS menyebutkan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman akan bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada 18 November mendatang di tengah upaya Riyadh untuk perjanjian pertahanan bersama dengan Washington. Sumber-sumber yang mengetahui menyebutkan bahwa kunjungan ini akan menjadi yang pertama bagi Putra Mahkota Saudi ke Washington selama periode kepresidenan kedua Trump, pada saat Kerajaan berusaha untuk mencapai perjanjian pertahanan bersama dengan Amerika. Ada kemungkinan kedua belah pihak akan membahas kesepakatan yang dicapai pada bulan Mei lalu, selain pertukaran informasi militer dan intelijen antara kedua negara.
Komentar:
Sesungguhnya para penguasa negeri-negeri Islam tidak menghormati umat ini kecuali janji dan kehormatan, entitas Yahudi menyerang negeri-negeri Islam tanpa henti dari Palestina ke Suriah ke Irak ke Iran ke Qatar ke Yaman ke Lebanon...
Sesungguhnya perjanjian-perjanjian ini adalah sarana kolonial untuk memasuki tentara kita agar berada dalam genggaman negara-negara besar, dan Amerika berusaha untuk mengumumkan normalisasi antara Saudi dan entitas Yahudi, masalahnya adalah hegemoni dan kontrol atas negeri-negeri Muslim dan menjarah sumber daya mereka sebagaimana yang dilakukan Trump dalam kunjungan terakhirnya ke Saudi dan jumlah besar yang dia ambil dengan dalih investasi.
Adapun hukum Syariah, Rasul ﷺ bersabda: «Janganlah kalian meminta penerangan dengan api orang-orang musyrik», oleh karena itu haram bagi umat Islam untuk membuat perjanjian seperti ini. Dari sini kami katakan kepada rakyat Saudi, jangan biarkan para penguasa ini membuat tentara Anda dalam genggaman Amerika, karena penjajahan ini telah membawa Anda menuju kehancuran dan menjarah sumber daya dan kekayaan Anda, dan jangan lupa bahwa negara Anda adalah tempat turunnya wahyu dan tempat diutusnya Rasul umat manusia ﷺ, dan dari tanah Anda tentara Islam berangkat untuk memerangi Romawi dan Persia, dan bahwa negara Anda menjadi fokus perhatian seluruh dunia karena di dalamnya terdapat Ka'bah, Baitullah Al-Haram.
Wahai perwira dan prajurit tentara Saudi, janganlah kalian jatuh ke pelukan Amerika, penjajah sebenarnya negeri-negeri Muslim, dan diam terhadap orang-orang zalim adalah haram, Allah Ta'ala berfirman: ﴿Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan﴾.
Ditulis untuk Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Muhammad Salim – Tanah yang Diberkahi (Palestina)