
7-11-2025
Radar: Inggris Menangis Air Mata Buaya atas Apa yang Terjadi di Al-Fashir!
Oleh Ustadz/Ibrahim Utsman (Abu Khalil)
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan bahwa masyarakat internasional telah berhasil mencapai kemajuan nyata dalam gencatan senjata di Gaza, tetapi gagal mengatasi krisis kemanusiaan yang memburuk di Sudan. Cooper menegaskan dalam pidatonya di Forum Dialog Manama ke-21 di Bahrain bahwa krisis regional di Timur Tengah menjadi saling terkait dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan bahwa dampaknya meluas hingga mencakup keamanan dan ekonomi global. (Al-Jazeera 1/11/2025 M)
Pidato Menteri Luar Negeri Inggris ini muncul dalam konteks perebutan pengaruh di Sudan. Inggris, yang berjuang untuk menemukan pijakan di Sudan, setelah Amerika Serikat memperketat kendalinya atasnya, melalui orang-orang militernya, Inggris ini berusaha dengan sekuat tenaga politik dan medianya untuk menunjukkan kekejaman perang yang terjadi di Sudan, bukan karena cinta kepada rakyat Sudan, tetapi untuk mempermalukan Amerika dengan menunjukkan orang-orangnya sebagai penjahat dan pembunuh, sementara Inggris menutup mata terhadap kejahatan perang yang dilakukan oleh entitas Yahudi di Gaza, pembersihan etnis, dan penghancuran rumah di atas kepala penghuninya, dan kejahatan lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan, Inggris dulunya dan masih menjadi pendukung entitas Yahudi.
Sesungguhnya kekufuran itu satu agama. Ketika mereka memerangi kaum Muslimin, mereka bersepakat. Akan tetapi, perang Sudan berbeda, karena mereka yang berperang adalah Muslim, tetapi mereka mengikuti Amerika. Perang di Sudan pada dasarnya adalah untuk menjauhkan orang-orang Inggris dari kekuasaan di sana, meskipun harganya adalah kehancuran, keruntuhan, pembunuhan, pemerkosaan, dan semua kejahatan dunia. Oleh karena itu, setiap kali Inggris menemukan kesempatan, ia mencoba menunjukkan kejahatan perang yang dilakukan oleh orang-orang Amerika dari militer, baik di tentara maupun di Pasukan Dukungan Cepat, khususnya Dukungan Cepat. Misalnya, sejak awal perang pada bulan September 2023, Inggris dan empat negara Eropa mengajukan rancangan resolusi ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang menyerukan pembentukan komite internasional untuk menyelidiki pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat. Bahkan, mereka memanfaatkan peristiwa Al-Fashir baru-baru ini, di mana pada hari Jumat, 30/10/2025, mereka mengumumkan bahwa mereka telah menjadi tuan rumah pertemuan minggu ini para kepala misi diplomatik di Sudan dan mitra internasional mengenai situasi di Al-Fashir, di mana mereka diberi pengarahan tentang kekejaman tertentu dan terdokumentasi yang terjadi di kota itu setelah kemajuan Pasukan Dukungan Cepat.
Tindakan yang dilakukan oleh Inggris ini tidak dilakukan karena Inggris adalah negara yang peduli dengan hak asasi manusia seperti yang mereka klaim, karena hak asasi manusia di mata orang kafir penjajah Barat adalah hak-hak orang kulit putih Eropa atau Amerika, sedangkan yang lainnya tidak memiliki hak bahkan untuk hidup! Konflik berdarah yang terjadi di dunia, yang sebagian besar menelan korban umat Islam, disebabkan oleh perebutan pengaruh dan kendali atas sumber daya oleh Barat. Umat Islam dibunuh di Turkistan Timur, Myanmar, Kashmir, Gaza, dan Tepi Barat oleh tangan-tangan orang kafir dan musyrik, dan umat Islam saling berperang untuk mencapai tujuan negara-negara penjajah di Sudan, Yaman, Libya, dan lain-lain. Allah SWT telah menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang kafir adalah musuh yang tidak menginginkan kebaikan bagi kita. Allah SWT berfirman: ﴿Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu﴾, dan Dia berfirman: ﴿Orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menyukai jika ada kebaikan yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu﴾.
Umat Islam tidak akan keluar dari kondisi mereka saat ini kecuali dengan kembali kepada akidah mereka dan mendirikan entitas politik mereka berdasarkan akidah Islam mereka; Khilafah Rasyidah sesuai dengan manhaj kenabian yang mencegah campur tangan orang-orang kafir dan memotong tangan mereka yang sembrono di negara kita, bahkan membawa kepada mereka cahaya dan kebaikan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran menuju cahaya Islam.
Ibrahim Utsman (Abu Khalil)
Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan
Sumber: الرادار
