
2025-06-17
Radar News: Hizbut Tahrir Mengadakan Pidato Politik di Kota Port Sudan
Hizbut Tahrir / Wilayah Sudan pada hari Senin ini, 20 Dzulhijjah 1446 H, bertepatan dengan 16/06/2025 M, mengadakan pidato politik mingguan, di depan Hotel Haramain di Pasar Besar di kota Port Sudan. Disaksikan oleh banyak orang.
Pidato minggu ini bertajuk: (Khilafah adalah Sistem Pemerintahan dalam Islam), di mana pembicara, Ustadz Yaqub Ibrahim, anggota Hizbut Tahrir, membahas tentang kebatilan sistem yang ada di dunia Islam, bahkan di seluruh dunia, dan bahwa sistem pemerintahan yang disetujui oleh Islam adalah sistem Khilafah, dan bahwa sistem pemerintahan dalam Islam bukanlah republik demokratis, bukan pula kerajaan, kekaisaran, federal, atau campuran antara ini dan itu, dan dia membuktikan dengan ayat-ayat tentang hukum dengan apa yang diturunkan Allah, dan hadits-hadits tentang Khilafah, di antaranya hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi: (Dahulu Bani Israil diurus oleh para nabi, setiap kali seorang nabi meninggal, digantikan oleh seorang nabi, dan sesungguhnya tidak ada nabi setelahku, dan akan ada para khalifah dan mereka akan banyak, mereka berkata: Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: Penuhilah baiat yang pertama, yang pertama, dan berikanlah hak mereka, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang telah dipercayakan kepada mereka), dan dalil-dalil lainnya.
Kemudian dia mengutip perkataan beberapa ulama tentang Khilafah, seperti perkataan Imam Ghazali: (Agama dan kekuasaan adalah saudara kembar, oleh karena itu dikatakan agama adalah fondasi dan kekuasaan adalah penjaga, apa yang tidak memiliki fondasi maka akan runtuh, dan apa yang tidak memiliki penjaga maka akan hilang), dan seperti perkataan Imam Nasafi dalam mendefinisikan Imamah: (Perwakilan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam menegakkan agama sehingga wajib bagi seluruh umat untuk mengikuti).
Pembicara juga menjelaskan tentang kewajiban bekerja untuk Khilafah, kewajiban hidup di bawah naungan Khilafah, dan haramnya umat hidup dengan sistem selain sistem Khilafah yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentangnya (Sesungguhnya Imam adalah perisai…). Dan dosa karena tidak bekerja untuk mewujudkan sistem ini yang menerapkan Islam dan membawanya sebagai risalah petunjuk dan cahaya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kekufuran yang dialami umat manusia saat ini, menuju cahaya Islam.
Para hadirin merespons pidato tersebut, di mana pembicara menjawab pertanyaan tentang kemungkinan mendirikan Khilafah meskipun kondisi yang dialami umat saat ini, dengan menyebutkan potensi materi yang dimiliki umat, dan memberikan kabar gembira tentang janji Tuhan kita yang berfirman: (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa), dan kabar gembira dari Nabi kita shallallahu alaihi wasallam yang bersabda: (… kemudian akan ada Khilafah sesuai dengan manhaj kenabian). Dan di antara reaksi yang paling menonjol, bahwa seorang syekh tua, telah memperingatkan agar tidak jatuh ke dalam apa yang terjadi pada pemerintahan Al-Inqadz berupa kemunafikan dengan slogan Islam, meskipun demikian penduduk Sudan mencintai Islam, dan dia berkata: (Jika mereka yakin dengan apa yang kalian sampaikan, mereka akan mendukungnya dengan kuat, dan dia berkata: Tuhan kita membantu kalian dan kami bersama kalian).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Kantor Media Hizbut Tahrir / Wilayah Sudan
Sumber: Radar News
