
09-10-2025
Radar: Gerakan Penguasa Sudan dan Mesir Terkait Bendungan Renaissance Menghilangkan Keamanan Air Bagi Penduduk Lembah Nil!!
Ibrahim Othman (Abu Khalil)
Mekanisme konsultasi bilateral yang dikenal sebagai 2+2, yang terdiri dari menteri luar negeri dan irigasi dari Mesir dan Sudan, mengadakan pertemuan di markas Kementerian Luar Negeri Mesir pada hari Rabu, 3/9/2025, di mana mereka membahas perkembangan berkas Bendungan Renaissance Ethiopia, dan pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama, di mana kedua belah pihak menyatakan kesepakatan penuh mereka tentang bahaya tindakan sepihak yang diambil oleh Ethiopia terkait dengan pengisian dan pengoperasian Bendungan Renaissance. Pernyataan tersebut menunjuk pada serangkaian risiko yang terkait dengan bendungan, termasuk jaminan keamanan yang lemah, debit air yang tidak teratur, serta potensi konsekuensi jika terjadi gelombang kekeringan.
Kami di Hizbut Tahrir/Wilayah Sudan, telah memperingatkan sebelum pembangunan bendungan, tentang bahayanya, dan bahwa para penguasa Mesir dan Sudan harus bekerja keras untuk menghentikan pembangunannya, tetapi kami tidak menemukan telinga yang mendengarkan sampai pembangunan bendungan selesai, dan menjadi fakta yang tak terhindarkan.
Menghadapi kenyataan ini, kami menegaskan fakta-fakta berikut:
Pertama: Penguasa Mesir dan Sudan adalah orang-orang yang mengabaikan hak-hak air rakyat Sudan dan Mesir, dengan menandatangani apa yang disebut Deklarasi Prinsip, pada bulan Maret 2015, yang memberi Ethiopia hak untuk membangun bendungan, sehingga melepaskan hak-hak sejarah dan kuota air untuk Mesir dan Sudan.
Kedua: Mekanisme ini yang berbicara tentang risiko sekarang, setelah pembangunan bendungan selesai, adalah semacam upaya untuk mengelabui, dan menyesatkan rakyat Sudan dan Mesir, dan membuat mereka percaya bahwa mereka memiliki sistem yang membela kepentingan mereka.
Hizbut Tahrir ketika berbicara tentang risiko-risiko ini, dan menyebutkannya di forum dan ceramahnya, kemudian dalam buklet (Bendungan Renaissance dan Pertanda Perang Air, Pengabaian Penguasa, dan Kewajiban Umat), yang diterbitkannya pada bulan September 2017, di mana ia membuktikan risiko-risiko ini secara rinci, didukung oleh perkataan para ahli dan spesialis, pada saat itu pena dan corong rezim di Sudan menolak risiko-risiko ini, dan mengklaim bahwa bendungan itu memiliki manfaat bagi rakyat Sudan! Anehnya, hari ini mereka berbicara sendiri tentang risiko yang sama!
Ketiga: Setelah penguasa Mesir dan Sudan mengabaikan, dan mengizinkan Ethiopia untuk membangun bendungan, mereka menyibukkan orang-orang dengan berbicara tentang pengelolaan dan pengoperasian bendungan, untuk membuat mereka percaya bahwa inilah masalahnya, dan bahkan ini pun tidak diizinkan oleh Ethiopia untuk bernegosiasi tentangnya sebagai bentuk penghinaan yang lebih besar, karena ia tahu bahwa penguasa Mesir dan Sudan tidak memiliki keinginan dengan Amerika yang kepala negaranya, Trump, mengungkapkan bahwa ia berada di belakang bendungan dan pendanaannya, ketika ia mengatakan di Gedung Putih pada 15/07/2025: (Amerika Serikat adalah yang mendanai pembangunan Bendungan Renaissance), sebelum ia memberikan anugerah kepada kita bahwa ia meninggalkan air di Sungai Nil, di mana ia menambahkan: (Saya tidak tahu mengapa mereka tidak menyelesaikan masalah sebelum mereka membangun bendungan, tetapi senang bahwa ada air di Sungai Nil).
Keempat: Ethiopia dan di belakangnya Amerika dan entitas Yahudi, tidak akan tenang sampai Sungai Nil benar-benar dikeringkan, dan kendali penuh mereka atas keamanan air kedua negara, di mana CEO Kantor Koordinasi Bendungan Renaissance, Aregawi Berhe, menyatakan kepada media pada hari Rabu, 23/07/2025, dengan mengatakan: (Bendungan Renaissance bukanlah akhir dari segalanya, dan Ethiopia tidak akan puas dengan satu bendungan), dan dengan demikian ia menunjukkan bahwa negaranya terus membangun bendungan baru, yaitu bendungan Kardoba, Beko Abu dan Mandaya, yang kapasitas penyimpanannya diperkirakan sekitar 200 miliar meter kubik air, yang didorong oleh kelemahan posisi penguasa Sudan dan Mesir.
Kelima: Sistem-sistem ini, baik di Sudan, Mesir, maupun Ethiopia, adalah sistem fungsional, yang tugasnya adalah melaksanakan apa yang diinginkan tuannya di Gedung Putih, oleh karena itu sikap yang lemah ini dari penguasa Mesir dan Sudan, terhadap pembangunan bendungan, meskipun bahayanya bagi rakyat Sudan dan Mesir, dan meskipun hilangnya hak-hak air mereka.
Kesimpulan: Hendaknya rakyat Sudan tahu, bahwa sistem-sistem fungsional ini, hanyalah melayani proyek-proyek Barat kafir penjajah, dan tidak akan menghentikan gangguan ini terhadap negara kita, kemampuan kita, dan keamanan air kita, kecuali Daulah Khilafah Rasyidah sesuai metode kenabian, yang mencabut pengaruh kafir penjajah dari negara kita, dan menjaga keamanan negara dan rakyat, dan menghentikan kesewenang-wenangan negara-negara kecil terhadap negara terbesar yang sejarahnya memenuhi dunia.
Maka, wahai rakyat Sudan, bekerjalah bersama Hizbut Tahrir, demi ridha Tuhanmu, dan demi kemuliaanmu, dan demi kehidupanmu yang mulia di bawah sistem yang memperhatikan urusanmu dan menjaga kepentinganmu.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ﴾
* Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir
di Wilayah Sudan
Sumber: Radar
