Kepada setiap Muslim yang peduli dengan urusan kaum Muslimin, kepada setiap orang yang berkepentingan agar Islam menjadi mulia, kepada seluruh pemuda Muslim yang merindukan tegaknya kembali Daulah Khilafah Rasyidah *'ala minhajin nubuwwah* yang berdaulat dan disegani, kepada setiap orang yang tidur dengan gundah karena umat hidup dalam kehinaan di antara bangsa-bangsa akibat ketiadaan agama dan negaranya dalam percaturan kehidupan, kepada setiap orang yang ingin menjalani hidupnya sesuai dengan tuntunan Islam, kepada setiap orang yang merasa kebingungan di dunia ini di tengah gelombang fitnah yang menerpa keluarga dan negeri kita dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, kepada setiap orang yang muak melihat para penguasa pengkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan umat mereka, setelah melihat air mata mereka berlinang untuk para korban Yahudi sementara tangan mereka berlumuran darah kaum Muslimin yang mereka tumpahkan dan terus mereka tumpahkan di berbagai negeri kaum Muslimin, kami mengirimkan telegram mendesak.
Telegram ini lebih mendesak lagi kepada seluruh pihak yang berjuang untuk menegakkan kembali hukum dengan apa yang telah diturunkan Allah dan membangun Daulah Khilafah *'ala minhajin nubuwwah* di berbagai penjuru dunia Islam dan dunia seluruhnya, karena kita sekarang berada di akhir tahun-tahun penuh tipu daya dan di ambang Khilafah *'ala minhajin nubuwwah* dengan izin Allah.
Di masa lalu yang dekat, setelah banyak para penguasa dan pemimpin dunia yang berpihak secara jelas kepada para penjahat dan kaki tangan mereka, dan turut serta bersama mereka para penguasa Muslim dari kalangan Arab maupun non-Arab yang meremehkan umat Islam dan kemampuannya, serta mengabaikannya, dalam kejadian yang membawa kabar gembira dan isyarat yang jelas bagi kita, mereka menari di lapangan-lapangan Paris seperti tarian orang yang pasti akan disembelih, di hadapan seekor singa yang mereka lihat bangkit di sarangnya di negeri kita ini dan menggeliat, matanya memancarkan percikan api karena sangat laparnya selama masa tidurnya, lapar akan kemuliaan, kedaulatan, dan kepemimpinan, lapar akan makanan yang selalu ia santap dan ia berikan kepada keluarganya, lapar untuk menjadi penguasa padang pasir, lautan, dan apa yang ada di baliknya, maka berkumpullah rasa takut para pengecut ini, dan meninggilah teriakan mereka - inilah keadaan orang yang takut -, kemudian pada hari berikutnya mereka membunuh saudara-saudara perempuan kita, para wanita Muslimah yang sedang hamil, dan meninggilah suara mereka mencaci maki Nabi kita dan merendahkannya, lalu apa? Inilah kepahlawanan mereka, lalu apa lagi yang dimiliki Barat ini berupa kesengsaraan bagi umat manusia, kemanusiaan, dan kaum Muslimin yang belum mereka lakukan? Keberanian macam apa ini wahai para pengecut, alih-alih kalian berjalan di lapangan-lapangan kalian di tengah perlindungan tentara kalian, dan alih-alih membunuh wanita Muslimah yang sedang hamil dan tidak berdaya di jalan-jalan kalian, dan alih-alih mencaci maki dan melaknat, mengapa kalian tidak mengerahkan tentara kalian ke arah kami jika kalian memiliki dendam kepada kami?! Kami tahu bahwa kalian lebih pengecut dari sekadar memikirkan hal itu setelah singa umat Islam menggeliat, wahai Barat yang aneh keadaannya kami tahu bahwa engkau terhuyung-huyung, peradabanmu sedang sekarat, kebudayaanmu terkikis dan cahayanya tidak menolongmu, demokrasimu dan kebebasanmu berbalik menyerangmu karena keburukan perbuatanmu, kalian akan memakan diri kalian sendiri dalam waktu dekat dan sebelum singa keluar dari sarangnya untuk memeriksa siapa di antara kalian yang akan ia mulai...
Ya, kita telah sampai pada momen penting dalam kehidupan bangsa-bangsa, dan umat kita telah sepenuhnya sadar, mengetahui siapa yang bersama Islamnya dan siapa musuh Islamnya, umat kita darahnya mendidih di dalam urat nadinya, dan akan meledak menjadi revolusi di hadapan dunia yang menindas bangsa-bangsa di bumi ini untuk mendirikan entitas yang membahagiakan seluruh umat manusia sebagai pembenaran atas janji kekasih kita, Rasulullah ﷺ «ثم تكون خلافةً على منهاج النبوة» (kemudian akan ada Khilafah *'ala minhajin nubuwwah*) (HR Ahmad).
Hari ini lengkaplah pemandangan kebangkrutan Barat ini dan para pengikutnya, mereka terus menerus menumpahkan darah kita di Syam dan Yaman kita seolah-olah mereka mengucapkan selamat tinggal kepada negeri dan penduduk kita dengan segala kejahatan dan kriminalitas yang mereka miliki, setelah mereka yakin bahwa tidak ada tempat bagi mereka setelah hari ini di negeri kita, dan bahwa Islam kita mulai memegang kendali urusan, dan di negeri Kinanah kita "Mesir Tercinta" terungkap puncak keputusasaan, ketidakberdayaan, dan kekalahan mereka di hadapan rakyat yang mengalahkan mereka dengan diamnya sebelum gerakannya, maka mereka tidak menemukan cara untuk mengungkapkan keputusasaan dan kebangkrutan mereka kecuali dengan membakar buku-buku sekolah Islam dalam pemandangan yang merupakan kekalahan itu sendiri, dan di lapangan yang sama tempat penduduk Kinanah memberontak melawan penindasan dan kezaliman mereka sehingga mereka menggulingkan Fir'aun mereka dan dalam pemandangan yang sangat tidak berdaya, menggelikan, dan kalah mereka ingin mengumpulkan para wanita untuk mengumumkan revolusi melawan hijab Muslimah yang mengalahkan mereka dengan akhlak dan kesopanannya maka ikutilah bagaimana mereka akan menjadi bahan ejekan di tangan wanita-wanita merdeka di bumi Kinanah.
Meskipun demikian, inilah panji Rasulullah ﷺ, panji *al-'uqab* berkeliling dunia, kita mengangkatnya dengan segala kebanggaan, kemuliaan, dan kebanggaan dengannya, menantang seluruh dunia bahwa hari-hari mendatang adalah untuk panji sebaik-baik manusia, Muhammad ﷺ di Daulah Khilafah Islamiyah.
Bagi setiap orang yang tertarik dengan topik telegram kami, inilah isinya:
• Jangan duduk di sofa menonton kehormatan kaum Muslimin dilanggar, dan kaum Muslimin dibunuh dan tidur di atas salju dan berselimut kabut dan merasa kasihan kepada mereka, maka Allah akan menanyaimu tentang semua itu.
• Jangan bersandar pada anggapan bahwa tanggung jawab tidak terletak padamu karena kamu tidak berdaya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dan waktumu habis untuk penyesalan dan angan-angan yang tidak mengenyangkan dan tidak menghilangkan rasa lapar.
• Jangan pula bersandar pada anggapan bahwa tanggung jawab hanya terletak pada para penguasa, pejabat, dan tentara untuk menyelamatkan umat dari kehinaan dan kerendahan yang dialaminya, karena Rasulmu Muhammad ﷺ tidak memiliki tentara ketika memulai dakwahnya di Mekkah untuk mengubah realitas manusia dengannya, maka kamulah yang dimaksud, ya kamulah yang dimaksud sebelum siapa pun jika kamu memahami risalah Muhammad ﷺ dan maksud Allah dari pengutusan dan risalahnya, maka yang dituntut darimu adalah bergerak sebagaimana Rasul kita yang mulia bergerak untuk mengubah realitas ini menjadi realitas Islam.
• Jangan duduk meratap setelah dunia terbagi di depan matamu menjadi dua kelompok; kelompok yang bersama Allah, agama-Nya, dan Rasul-Nya, dan kelompok yang melawan Allah, agama-Nya, dan Rasul-Nya, maka dengan siapa kamu ingin bersama? Dan ingatlah bahwa neraka diliputi oleh syahwat dan surga diliputi oleh kesulitan, dan bahwa segala sesuatu ada harganya, maka ini adalah seruan yang jelas dari kami kepadamu untuk segera bergabung dengan barisan orang-orang yang bekerja untuk Allah dan agama-Nya dan di atas *manhaj* Rasul-Nya dan jangan sampai kamu ketinggalan barisan.
• Kepada setiap orang yang peduli dengan urusan kaum Muslimin, saya katakan sungguh memalukan bagi kita jika keadaan kita tetap seperti ini, meratap dan menangis sementara kita berada di tempat tidur kita, maka kita harus bergerak menuju Allah dan agama-Nya untuk melindungi agama, akidah, umat, dan negeri kita.
• Kepada setiap orang yang ingin melihat Islam mulia, saya katakan: Sesungguhnya kemuliaan Islam tidak akan terwujud kecuali dengan gerakan para pemudanya untuk membela dan melindunginya dan ketulusan niat dalam hal itu agar pertolongan Allah terwujud bagi kita.
• Kepada seluruh pemuda Muslim yang cemburu yang darahnya mendidih di dalam urat nadinya karena dahsyatnya permusuhan musuh terhadap Islam dan Nabinya, saya katakan: Kalianlah para pemuda, kalianlah para ksatria, kalianlah harapan dan dambaan umat kalian, dan inilah Islam kalian menyeru kalian untuk menolongnya agar kalian meraih kemuliaan dunia dan kenikmatan akhirat, maka bersegeralah untuk beramal wahai orang-orang yang cemburu, karena bangsa-bangsa tidak dibangun kecuali oleh para pemudanya, maka jadilah kalian para pemuda untuk mengembalikan umat kalian ke masa lalunya sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.
• Tidak lupa di sini kami di Hizbut Tahrir dan kami memimpin kampanye #نعم_لراية_رسول_الله_لا_لأعلام_الاستعمار (Ya untuk Panji Rasulullah, Tidak untuk Bendera Penjajahan) menyeru kalian untuk segera bergabung ke dalam barisan kami untuk bekerja bersama-sama mengembalikan Islam ke dalam realitas kehidupan, kami telah menyiapkan untuk kalian proyek pemikiran praktis untuk kebangkitan umat kita sesuai dengan cara Nabi kita ﷺ, ya Allah sesungguhnya kami telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah.
Ditulis untuk Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Abdul Raouf Bani Ata