Pada Hari Jumat, Menteri Wakaf Menyerukan Bid'ah!
Berita:
Menteri Wakaf dan Bimbingan Yaman, Dr. Muhammad Shabiba, menyerukan kepada para khatib dan imam masjid, ulama, dan dai di berbagai provinsi untuk mengkhususkan khutbah Jumat dan pelajaran untuk menghidupkan makna dan tujuan revolusi September dan Oktober serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebebasan dan republik. (Aden Al-Ghad, 21 September 2025).
Komentar:
Rasulullah ﷺ bersabda: «Sesungguhnya, siapa pun di antara kalian yang hidup, akan melihat banyak perselisihan. Maka, berpegang teguhlah pada sunnahku, dan sunnah para khalifah Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid'ah adalah sesat» Riwayat Al-Hakim dalam Al-Mustadrak.
Hadis ini, yang hampir tidak pernah absen dari khutbah Jumat, datanglah Menteri Wakaf dan mengabaikannya, bahkan menyerukan bid'ah dan menghidupkannya, bukan memeranginya!
Sesungguhnya Rasulullah ﷺ dalam nasihat ini menyerukan kepada umat Islam setelahnya untuk berpegang teguh pada sistem politik Islam, yaitu sistem Khilafah semata. Beliau menyerukan untuk mengikuti sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk, yang secara khusus adalah sistem politik yang mereka gunakan untuk memerintah, yang ditunjukkan oleh kata "khalifah" bukan "sahabat". Pada saat yang sama, Rasulullah ﷺ memperingatkan terhadap segala bid'ah atau perubahan dalam sistem ini dan menggambarkannya sebagai kesesatan yang merupakan jalan menuju neraka.
Sesungguhnya Menteri Wakaf, alih-alih mengingatkan masyarakat dalam peringatan dua revolusi gagal yang menghasilkan sistem republik dan membawa demokrasi yang merupakan puncak bid'ah di zaman ini, dan alih-alih menyerukan umat untuk memperbaiki arah revolusi-revolusi yang menghasilkan kemerosotan, kemiskinan, kesengsaraan, ketergantungan, dan perbudakan kepada Barat kafir serta menjauhkan Islam dari kehidupan dan pemerintahan, justru dengan kurang ajarnya menyerukan bid'ah dan sistem republik Barat!!
Pada dasarnya, semua ulama, khatib, dan syaikh harus menyerukan umat Islam untuk menegakkan kembali sistem Islam yang diwujudkan dalam Khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah, dan mengingatkan mereka bagaimana keadaan mereka di bawah pemerintahan Islam, dan bagaimana mereka menjadi seperti anak yatim di meja orang-orang hina! Acara-acara ini mengingatkan kita bahwa tidak ada keberuntungan di dunia maupun di akhirat dengan mengikuti proyek-proyek Barat dan slogan-slogan kemerdekaan palsu, sementara kita berada di bawah hegemoni Barat di semua aspek kehidupan, terutama pemerintahan.
Ditulis oleh Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Umar Abdullah – Wilayah Yaman