Gaza Menderita Kelaparan Namun Penguasa Muslim Tetap Tuli, Bisu, dan Buta!
(Diterjemahkan)
Berita:
Krisis kelaparan di Gaza, di tengah agresi entitas Yahudi, telah mencapai "titik balik", menurut para ahli dan pendukung NBC News, di mana jumlah kematian diperkirakan akan meningkat tajam jika warga Palestina tidak menerima bantuan segera. Mereka memperingatkan bahwa banyak anak yang selamat dari kekurangan gizi akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan seumur hidup. Keren Landning, Direktur Senior Urusan Darurat di Komite Penyelamatan Internasional, sebuah organisasi kemanusiaan yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan bahwa "kesempatan untuk mencegah kematian massal menyusut dengan cepat, dan bagi banyak orang sudah terlambat". Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa "kesehatan dan kesejahteraan seluruh generasi mendatang" dipertaruhkan.
Komentar:
Entitas Yahudi, yang didukung oleh Amerika, memikul tanggung jawab besar atas kelaparan massal di Gaza. Sejak tahun 2007, mereka telah memberlakukan blokade darat, udara, dan laut di Gaza, yang mengakibatkan pembatasan masuknya makanan, bahan bakar, dan pasokan medis ke penduduk Gaza. Dalam kebiadabannya, mereka membom pertanian, tempat penangkapan ikan, dan fasilitas air. Sudah terbukti bahwa entitas Yahudi menggunakan kelaparan sebagai cara untuk menghukum penduduk Gaza dan menekan Hamas dengan membuat hidup menjadi tak tertahankan. Tentara mereka terus melakukan kejahatan dengan mengebom konvoi bantuan makanan, yang bertentangan dengan apa yang disebut hukum humaniter internasional.
Penggunaan kelaparan sebagai metode perang merupakan kejahatan berdasarkan Pasal 8 Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Ironisnya, pengadilan ini belum secara resmi mengadili atau mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tentara Yahudi hingga saat ini. Penduduk Gaza yang kelaparan ditinggalkan oleh Amerika dan Yahudi, seolah-olah mereka bukan bagian dari umat yang mulia yang agama dan kehormatannya tidak mengizinkan satu orang pun kelaparan? Pada intinya, memberi makan orang yang lapar bukanlah sekadar tindakan amal dalam Islam; itu adalah prinsip dasar keimanan, yang mencerminkan komitmen seorang Muslim terhadap tanggung jawab sosial, belas kasihan, dan berupaya mencari keridhaan Allah SWT. Nabi ﷺ bersabda: «BUKANLAH SEORANG MUKMIN ORANG YANG TIDUR KENYANG SEDANGKAN TETANGGANYA LAPAR».
Anehnya, penduduk Gaza menderita kelaparan, sementara penguasa Muslim di seluruh negeri Islam tetap tuli, bisu, dan buta! Mereka mengambil sikap diam yang memalukan ini karena mereka tunduk pada keinginan Amerika yang memenuhi keinginan Yahudi. Dalam konteks ini, rezim Mesir, Turki, Iran, dan Arab Saudi bekerja sama dalam melaksanakan rencana jahat Yahudi, seperti pengepungan Gaza, dengan tujuan menghancurkan tekad penduduk Gaza, dan menundukkan seluruh umat Islam dalam keadaan putus asa total. Pasukan Muslim harus tahu bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas situasi Gaza pada Hari Kiamat, dan bahwa diam tidak akan menyelamatkan mereka dari murka Allah. Satu-satunya sikap Islami yang harus diambil adalah dengan memecah blokade, dan bergerak untuk membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.
Ditulis untuk Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Sya'ban Mu'allem
Perwakilan Media Hizbut Tahrir di Kenya