Jawaban Pertanyaan: Ma'had di Negeri Muslim
July 17, 2025

Jawaban Pertanyaan: Ma'had di Negeri Muslim

Serangkaian Jawaban dari Ulama Besar Ata' bin Khalil Abu Rasytah, Amir Hizbut Tahrir

Atas Pertanyaan Para Pengunjung Halamannya di Facebook "Fikri"

Jawaban Pertanyaan

Ma'had di Negeri Muslim

Kepada Jumah Alsaad

Pertanyaan:

Saudara yang terhormat,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertanyaan: Di halaman 80 buku Konsep Hizbut Tahrir - baris kesepuluh dari atas, tertulis: (Bahkan ia bekerja untuk mencabut situasi yang didirikan oleh kafir penjajah dari akarnya, dengan membebaskan negeri, ma'had, dan pemikiran, dari penjajahan). Selesai kutipan.

Apa yang dimaksud dengan kata (dan ma'had)?

Semoga Allah memberi taufik kepada Anda untuk apa yang Dia cintai dan ridhai

Saudaramu/ Radhi

Jawaban:

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Tempat yang Anda tanyakan terdapat di akhir buku Konsep Hizbut Tahrir halaman 83 file word, dan ini teksnya:

[Oleh karena itu, Hizbut Tahrir bekerja untuk membebaskan wilayah Islam dari seluruh penjajahan. Ia memerangi penjajahan dengan perang tanpa ampun, tetapi tidak hanya menuntut evakuasi, tidak juga menuntut kemerdekaan palsu, tetapi bekerja untuk mencabut situasi yang didirikan oleh kafir penjajah dari akarnya, dengan membebaskan negeri, ma'had, dan pemikiran, dari penjajahan, baik penjajahan itu bersifat militer, pemikiran, budaya, ekonomi, atau lainnya. Dan ia memerangi setiap orang yang membela aspek apa pun dari penjajahan sampai kehidupan Islam dilanjutkan dengan mendirikan Daulah Islam yang membawa risalah Islam ke seluruh dunia, kami memohon kepada Allah, dan kami berdoa kepada-Nya, untuk memberi kami pertolongan dari sisi-Nya, untuk melaksanakan tugas-tugas besar ini, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.] Selesai.

Yang dimaksud dengan kata "ma'had" dalam konteks ini adalah lembaga pendidikan, baik sekolah, perguruan tinggi, atau universitas... dll., maka seluruh lembaga pendidikan termasuk dalam kata "ma'had" dalam konteks ini, karena kafir penjajah telah menetapkan kebijakan pendidikan di negeri-negeri Muslim berdasarkan pemikiran dan pandangannya tentang kehidupan, sehingga ia meracuni pemikiran para pelajar dan menjauhkan mereka dari pemikiran Islam dan pandangannya tentang kehidupan, maka dalam proses pembebasan, perlu mencakup ma'had-ma'had yang ada di negeri-negeri Muslim agar kebijakan pendidikan di dalamnya sesuai dengan Islam... Dan kami telah menyebutkan dalam buku Daulah perkataan yang menjelaskan makna ini halaman 224-226 file word, maka kami katakan di dalamnya:

[Begitu kafir penjajah menduduki negeri itu, ia segera menerapkan seluruh hukum Barat secara langsung sebagai hukum perdata yang tidak ada hubungannya dengan Islam, dan hukum-hukum syariah ditinggalkan, sehingga itu menetapkan hukum kekafiran dan menjauhkan hukum Islam, dan yang membantunya dalam hal itu adalah bahwa ia telah menetapkan pilar-pilarnya dan mendirikan seluruh urusannya berdasarkan kebijakan pendidikan yang ia rancang, dan kurikulum pendidikan yang ia tetapkan, yang terus diterapkan hingga hari ini di seluruh negeri Islam, dan menghasilkan apa yang dihasilkannya dari pasukan guru yang sangat besar ini yang sebagian besar bertugas menjaga dan melindungi program-program ini, dan yang banyak di antara mereka memegang kendali urusan, dan berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kafir penjajah. Kebijakan pendidikan telah didirikan dan kurikulumnya ditetapkan berdasarkan dua fondasi: salah satunya adalah memisahkan agama dari kehidupan, dan secara alami menghasilkan pemisahan agama dari negara, dan itu mengharuskan anak-anak Muslim untuk memerangi pendirian negara Islam, karena bertentangan dengan fondasi yang mereka pelajari kebijakannya, Adapun fondasi kedua adalah menjadikan kepribadian kafir penjajah sebagai sumber utama dari apa yang diisi ke dalam pikiran generasi muda berupa pengetahuan dan informasi. Itu mengharuskan menghormati kafir penjajah ini dan mengagungkannya, dan mencoba meniru dan meneladaninya, bahkan jika ia adalah kafir penjajah, dan mengharuskan menghina Muslim dan menjauhinya dan merasa jijik darinya dan enggan mengambil darinya. Ini mengharuskan untuk memerangi pendirian negara Islam dan menganggapnya reaksioner. Penjajahan tidak hanya puas dengan kurikulum sekolah yang diawasi olehnya atau diawasi oleh pemerintah yang didirikannya sebagai penggantinya. Tetapi ia juga mendirikan sekolah-sekolah misionaris di sampingnya yang didirikan atas dasar penjajahan murni, dan lembaga-lembaga budaya yang mengambil alih bimbingan politik yang salah, dan bimbingan budaya yang keliru. Dengan demikian, suasana intelektual di sekolah-sekolah yang berbeda dan lembaga-lembaga budaya yang beragam mendidik umat dengan budaya yang menjauhkan mereka dari berpikir tentang negara Islam, dan menghalangi mereka untuk bekerja untuknya.

Dan di samping itu, kurikulum politik di seluruh negeri Islam didasarkan pada pemisahan agama dari kehidupan, dan kebiasaan umum di kalangan intelektual adalah pemisahan agama dari negara, dan di kalangan masyarakat umum pemisahan agama dari politik, dan akibatnya, ditemukan kelompok-kelompok intelektual yang mengklaim bahwa penyebab keterbelakangan umat Islam adalah keterikatan mereka pada agama, dan bahwa satu-satunya jalan menuju kebangkitan adalah nasionalisme dan bekerja untuknya...] Selesai.

Oleh karena itu, negeri-negeri Islam, ma'had-ma'had di negeri-negeri Muslim, dan pemikiran umat Islam harus dibebaskan dari segala noda penjajah sehingga jejaknya terputus dan umat menjadi bersih dalam pemikirannya.

Saudaramu, Ata' bin Khalil Abu Rasytah

21 Muharram 1447 H

Bertepatan dengan 16/07/2025 M

Tautan Jawaban dari Halaman Amir (semoga Allah menjaganya) di:Facebook

More from null