Pernyataan Pers
Pengkhianatan Gaza adalah Aib di Dahimu Wahai Tentara Kinanah... Dan di Atasnya Ada Pertanyaan Allah di Hari Kiamat
Setiap hari seorang anak dari penduduk Gaza meninggal karena kelaparan, atau seorang syekh menghembuskan nafas terakhirnya tanpa obat, atau seorang wanita menutup matanya untuk terakhir kalinya karena rasa sakit yang tak tertahankan akibat kehausan atau kelaparan. Setiap jam, langit meneteskan air mata, batu menjerit, dan bumi mengutuk siapa pun yang mengkhianati mereka. Ini adalah Gaza... Gaza yang dikepung bukan hanya dengan perbatasan dan meriam, tetapi dengan pagar pengkhianatan para pemimpin tentara dan penguasa pengkhianat, dan dari mereka yang diam dari umat mereka.
Apa yang terjadi hari ini di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga kejahatan yang sempurna, dilakukan di depan mata dan telinga dunia yang mengaku beradab, dan tentara yang telah diinvestasikan oleh umat dengan uang mereka, dan diberi makan dari kelaparan mereka, untuk menjadi perisai dan pedang mereka, tetapi mereka tidak bergerak, seolah-olah apa yang terjadi di Gaza tidak berarti apa-apa bagi mereka, atau seolah-olah penduduk Gaza bukan dari umat mereka!
Wahai tentara umat: Tidakkah saatnya darah mendidih di nadimu?! Wahai kalian yang menggantungkan pangkat dan lencana di dada kalian, ingatlah bahwa dunia ini, dengan semua posisi, gaji, dan pangkatnya, akan lenyap dalam sekejap; saat kematian yang tidak bisa ditunda, saat berdiri di hadapan Allah Yang Maha Agung, telanjang kaki dan telanjang, pada hari tidak ada kekayaan atau kemuliaan yang berguna, dan tidak ada pangkat atau medali yang berguna bagimu, dan tidak ada hukum atau konstitusi buatan manusia yang menengahi bagimu, tetapi kamu akan ditanya tentang Gaza, dan tentang penduduknya yang dibunuh, dibuat kelaparan, dan disiksa sementara kamu mampu menolong mereka tetapi tidak melakukannya!
Hari itu akan tiba, dan setiap tentara di tentara Mesir, Yordania, Turki, dan Pakistan akan ditanya; mengapa kamu mengkhianati saudara-saudaramu di Gaza? Mengapa kamu membiarkan anak-anak mereka mati kelaparan? Mengapa kamu membiarkan para syekh binasa karena kehausan? Bukankah kamu memiliki senjata? Tidakkah kamu tahu jalannya? Tidakkah ada sisa iman dalam dirimu?!
Apa yang terjadi di Gaza adalah hari ujian yang sebenarnya; ujian tentara, ujian akidah, ujian kejantanan, dan ujian iman. Tidak ada yang lebih suci dari saat seorang tentara mengangkat senjatanya untuk membela saudara-saudaranya, dan tidak ada yang lebih agung dari saat penghalang kehinaan dan ketaatan buta kepada para tiran dihancurkan. Momen inilah yang menulis kemuliaan, dan tercatat dalam catatan orang-orang abadi, bukan saat-saat di mana penghormatan diberikan kepada musuh-musuh umat dalam protokol militer!
Wahai para ulama, dai, pemikir, dan pemuda yang jujur: Jangan berpikir bahwa kamu tidak bertanggung jawab, karena diam adalah kejahatan, dan berdiam diri atas pengkhianatan Gaza adalah berpartisipasi dalam kejahatan. Menulislah, berkhotbahlah, ingkarilah, hubungkan antara umat dan masalahnya, dan antara tentara dan peran mereka yang sebenarnya. Ingatkan umat bahwa anak-anak mereka dibantai sementara mereka diam. Ingatkan tentara bahwa mereka memiliki kesempatan untuk selamat, kesempatan terakhir untuk menanggalkan kehinaan, mematahkan belenggu, dan berjalan menuju jihad.
Wahai tentara umat secara umum dan tentara Kinanah secara khusus: Kewajibanmu adalah mengumumkan perang total terhadap entitas perampas sampai pembebasan seluruh Palestina, dan kami tahu dengan pasti bahwa inilah yang diinginkan oleh setiap orang yang tulus di tentara Kinanah dan tidak ada yang menghalangi pencapaiannya kecuali sistem perbudakan yang menjadikan tentara sebagai penjaga entitas perampas yang melaksanakan tujuannya, maka kewajibanmu adalah mencabut sistem perbudakan dari akarnya dengan semua alat dan pelaksananya dan menyerahkan pemerintahan negara kepada kepemimpinan politik yang sadar yang memegang proyek Islam dan mampu menerapkannya dengan segera, dan di antara kamu ada Hizbut Tahrir kepemimpinan politik yang sadar dan tulus dari jenis umat yang memahami masalahnya dan memikul bebannya dan berusaha dengan kamu untuk mendapatkan ridha Allah SWT dengan menerapkan syariat-Nya dan membawanya di bawah naungan Khilafah Rasyidah sesuai dengan metode kenabian.
﴿Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah dari laki-laki, perempuan dan anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang penduduknya zalim, berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu"?﴾
Kantor Media Hizbut Tahrir di Wilayah Mesir