
5/8/2025
Kushi News: Hubungan dengan Negara Asing Terbatas Hanya pada Negara, Karena Hanya Negara yang Berhak Mengurus Urusan Umat Secara Praktis
Siaran Pers
Beberapa media massa melaporkan berita bahwa delegasi dari aliansi partai dan gerakan Sudan Timur, dipimpin oleh Shibe Darar, dan didampingi oleh delegasi tokoh masyarakat, bertemu dengan Presiden Eritrea, Isaias Afwerki, pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025 di kantornya "Badi Hallu" di mana delegasi tersebut membahas dengannya, situasi terkini di Sudan secara umum, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi wilayah Sudan Timur. Delegasi juga menekankan pentingnya koordinasi dengan negara-negara tetangga untuk mendukung stabilitas negara dan menghadapi krisis politik dan keamanan.
Apakah kelemahan dan kehinaan pemerintah Sudan mencapai tingkat ini, ataukah mereka berusaha menjinakkan orang-orang agar menerima gambaran yang menyimpang ini, untuk suatu kebutuhan dalam dirinya; gambaran-gambaran ini termasuk melatih milisi yang loyalitasnya bersifat regional atau kesukuan di Eritrea?!
Kekacauan yang disponsori oleh pemerintah Sudan, secara politik dan militer, termasuk meninggikan wacana rasis di kalangan politik, semua itu hanya melayani rencana Amerika untuk mencabik-cabik Sudan menjadi beberapa negara bagian kecil; Darfur, kemudian Sudan Timur!!
Pemerintah Sudan harus berhenti dan menghentikan permainan api ini, yang akan menghancurkan kesatuan negara yang tersisa dan membuatnya menjadi tidak berbekas, dan itu adalah pengkhianatan besar. Hentikan tindakan politik yang menargetkan kesatuan negara, hentikan serial pembuatan milisi lokal atau yang terkait dengan pelatihan di negara asing.
Adapun masalah warga negara Daulah Islam; apa hak dan kewajiban mereka, dan hubungan mereka dengan negara asing, adalah masalah syar'i, dan Islam yang agung memiliki penjelasan yang jelas tentang hal itu; karena tidak diperbolehkan bagi rakyat untuk melakukan pekerjaan penguasa, baik di dalam maupun di luar negeri kecuali dengan penunjukan syar'i, seperti khalifah kaum muslimin, karena dialah yang bertanggung jawab untuk mengurus urusan di dalam dan di luar negeri, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: «…IMAM YANG MEMIMPIN MANUSIA ADALAH PEMIMPIN DAN DIA BERTANGGUNG JAWAB ATAS RAKYATNYA», atau kepada orang yang ditunjuk oleh khalifah, dari para pembantu, wali, dan lainnya.
Ketika Daulah Khilafah Rasyidah segera berdiri dengan izin Allah, maka tidak seorang pun akan diizinkan untuk bertemu dengan kepala negara asing, atau memiliki hubungan dengan negara asing. Disebutkan dalam rancangan konstitusi Daulah Khilafah yang diajukan oleh Hizbut Tahrir kepada umat, Pasal (١٨٢): (Tidak boleh bagi setiap individu, partai, blok, atau kelompok untuk memiliki hubungan dengan negara asing mana pun sama sekali, dan hubungan dengan negara-negara terbatas hanya pada negara, karena hanya negara yang berhak mengurus urusan umat secara praktis, dan umat serta blok-blok harus meminta pertanggungjawaban negara atas hubungan luar negeri ini).
Wahai penduduk Sudan, apakah apa yang kami serukan kepada kalian lebih baik ataukah kenyataan pahit yang kalian jalani ini?!
Tidakkah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk bekerja bersama Hizbut Tahrir; pelopor yang tidak mendustakan kalian, untuk menegakkan Khilafah Rasyidah kedua sesuai manhaj kenabian? Hanya Khilafah yang menjaga eksistensi negara, dan membuatnya disegani, sehingga tidak mengizinkan negara lain untuk campur tangan dalam urusannya, atau membuka jalur komunikasi dengan rakyatnya, karena semua itu adalah kejahatan besar dan berbahaya bagi eksistensinya.
﴿HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, PENUHILAH SERUAN ALLAH DAN SERUAN RASUL APABILA RASUL MENYERU KAMU KEPADA SUATU YANG MEMBERI KEHIDUPAN KEPADAMU, KETAHUILAH BAHWASANYA ALLAH MENGHALANGI ANTARA SESEORANG DAN HATINYA DAN SESUNGGUHNYA KEPADA-NYALAH KAMU AKAN DIKUMPULKAN﴾.
Senin, 10 Shafar 1447 H
04/08/2025 M
Ibrahim Othman (Abu Khalil)
Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir
di Wilayah Sudan
Sumber: Kushi News

