
15/7/2025
Kushy News: Persaudaraan Sejati Hanya Terjadi di Bawah Naungan Negara Islam Khilafah
Port Sudan, laporan Kushy News
Hizbut Tahrir / Wilayah Sudan, pada pukul empat sore hari Senin, 19 Muharram 1447 H, bertepatan dengan 14/07/2025 M, mengadakan pidato politik mingguan, di depan Hotel Al-Haramain di Pasar Besar, di kota Port Sudan, di mana الاستاذ Muhammad Jami' Abu Ayman, Asisten Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan berbicara dan pidato itu berjudul: (Ikatan Persaudaraan Islam adalah ikatan baru yang ditegakkan oleh Nabi ﷺ setelah hijrah menggantikan ikatan kesukuan).
Abu Ayman berbicara tentang bentuk masyarakat setelah Rasulullah ﷺ mendirikan negara di Madinah, dan hal pertama yang beliau lakukan adalah mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar yang dipersatukan oleh akidah Islam dan Islam mempersatukan mereka, karena pemikiran mereka sama dan perasaan mereka sama, maka mengatur hubungan mereka dengan Islam adalah hal yang wajar, oleh karena itu Rasulullah ﷺ mulai membangun hubungan di antara mereka berdasarkan akidah Islam, dan mengajak mereka untuk saling bersaudara karena Allah, persaudaraan yang memiliki dampak nyata dalam transaksi, harta, dan seluruh urusan mereka, dan menjadikan mereka seperti satu tubuh.
Kemudian beliau berbicara tentang dampak persaudaraan ini pada hubungan baru, dan bagaimana kaum Anshar memperlakukan saudara-saudara mereka dari kaum Muhajirin, dan bagaimana mereka meninggalkan afiliasi kesukuan mereka dan terikat bersama dengan ikatan Islam yang agung...
Pidato ini memiliki dampak yang efektif pada jiwa para hadirin, di mana pemilik restoran air تقدم kepada pembicara, dan membawakan kursi untuknya, dan salah seorang ibu تقدم hidangan sebagai penghormatan kepada pembicara, dan sebagai ungkapan kepuasannya atas apa yang dikatakan dalam pidato tersebut, dan ini merupakan indikasi yang baik bahwa bara keimanan masih menyala di jiwa umat Islam laki-laki dan perempuan.
Kesimpulannya adalah bahwa pembicara menyampaikan kabar gembira kepada umat Islam tentang kembalinya Khilafah Rasyidah sesuai dengan manhaj kenabian yang memandang manusia berdasarkan persaudaraan Islam, bukan berdasarkan suku, wilayah, atau warna kulit, dan bahwa Khilafah saja yang memindahkan manusia dari keadaan permusuhan dan pertikaian, menuju kehidupan yang layak, sebagai saudara yang saling mencintai, dan ini tidak ada dalam sistem lain, baik sipil, militer, demokrasi, atau lainnya. Beliau menunjuk pada فرضية العمل untuk negara yang akan kembali ini segera, insya Allah, dengan dalil hadits Nabi ﷺ (Barangsiapa meninggal dan di lehernya tidak ada baiat, maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah). Diriwayatkan oleh Muslim .
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Kantor Media Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan
Sumber: Kushy News

