Bersama Hadis Nabi
Penyakit dan Obat
Kami menyapa Anda semua, para kekasih di mana pun Anda berada, dalam episode baru dari program Anda "Bersama Hadis Nabi" dan kami mulai dengan salam terbaik, maka, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Disebutkan dalam Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani –dengan perubahan- dalam bab Hendaklah melihat kepada orang yang lebih rendah darinya dan jangan melihat kepada orang yang lebih tinggi darinya:
Telah menceritakan kepada kami Ismail, ia berkata telah menceritakan kepadaku Malik dari Abi Zinad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian melihat kepada orang yang dilebihkan darinya dalam harta dan rupa, maka hendaklah ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya."
Para pendengar yang terhormat:
Obat bagi orang yang keluar dari kekuasaan akalnya menuju kekuasaan dirinya, dipersembahkan kepada kita oleh Rasul kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam. Adalah menjadi tabiat manusia untuk melihat sesuatu dan orang-orang dan membandingkan. Manusia telah diciptakan dengan mencintai apa yang ada pada orang lain dan menginginkannya seperti harta, kedudukan, status, anak-anak dan lain sebagainya, tetapi sampai di mana keinginan ini akan berakhir? Ini dapat meningkat menjadi penyakit yang sulit dikendalikan. Maka, inilah obat dari pemilik petunjuk dari guru pertama shallallahu 'alaihi wasallam yang mengajarkan kita membangun kepribadian Islam yang istimewa.
Wahai kaum muslimin:
Ketika pikiran ini menguasai kita, kereta harus dikembalikan ke jalurnya, sehingga kita melihat kepada orang yang lebih rendah dari kita dalam hal dunia. Ada orang yang hidup dalam kesusahan, kesedihan dan kelelahan, jika kita melihat mereka, kita akan tahu bahwa kita berada dalam nikmat yang besar, dan bahwa kita berada dalam kebaikan yang banyak, sehingga menimbulkan perasaan nyaman, tenang dan puas. Tidak ada orang yang hidup dalam keadaan buruk kecuali ia menemukan orang yang lebih buruk darinya. Maka, harus ada kepuasan psikologis sesuai dengan apa yang Allah bagi kepada manusia. Dan tidak ada salahnya di sini untuk melihat kepada mereka yang berada di atas kita jika hal itu berkaitan dengan urusan akhirat. Persamaan yang seimbang ini adalah penyelamat dari penyakit ini.
Ya Allah, segerakanlah bagi kami kekhalifahan yang saleh sesuai dengan jalan kenabian, yang mengumpulkan kembali umat Islam, mengangkat dari mereka apa yang mereka alami berupa cobaan, Ya Allah, terangi bumi dengan cahaya wajah-Mu yang mulia. Ya Allah, kabulkanlah, kabulkanlah.
Saudara-saudara terkasih, sampai kita bertemu lagi dengan hadis Nabi yang lain, kami meninggalkan Anda dalam perawatan Allah, dan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ditulis untuk radio oleh: Abu Maryam