Bersama Hadis Syarif - Kepemimpinan – Bagian Ketiga
Bersama Hadis Syarif - Kepemimpinan – Bagian Ketiga

 

0:00 0:00
Speed:
August 10, 2025

Bersama Hadis Syarif - Kepemimpinan – Bagian Ketiga

Bersama Hadis Syarif

 Kepemimpinan – Bagian Ketiga

Kami menyapa Anda semua, para pendengar yang terkasih, dan kami memulai dengan salam terbaik, maka assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya, semoga Allah merahmatinya

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Abu Bakar bin Abi Syaibah, mereka berdua berkata: Telah menceritakan kepada kami Hatim, yaitu Ibnu Ismail, dari Al-Muhajir bin Mismar, dari Amir bin Sa'ad bin Abi Waqqas, ia berkata: Aku menulis surat kepada Jabir bin Samurah bersama budakku Nafi' agar ia mengabarkan kepadaku sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ia berkata: Maka ia menulis kepadaku, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada hari Jumat sore ketika Al-Aslami dirajam, bersabda: 'Agama ini akan senantiasa tegak hingga datangnya hari kiamat atau ada dua belas khalifah yang memimpin kalian, semuanya dari suku Quraisy.' Aku juga mendengar beliau bersabda: 'Sekelompok kaum muslimin akan menaklukkan Baitul Abyadh, yaitu istana Kisra atau keluarga Kisra.' Aku juga mendengar beliau bersabda: 'Sesungguhnya menjelang hari kiamat akan ada para pendusta, maka berhati-hatilah terhadap mereka.' Aku juga mendengar beliau bersabda: 'Jika Allah memberikan kebaikan kepada salah seorang di antara kalian, maka mulailah dari dirinya sendiri dan keluarganya.' Aku juga mendengar beliau bersabda: 'Aku adalah Al-Farath di telaga.'"

Sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: (Aku adalah Al-Farath di telaga)

(Al-Farath) dengan fathah pada huruf ra, dan maknanya: orang yang mendahului ke sana dan menunggu untuk memberi minum kepada kalian dari sana. Al-Farath dan Al-Farith adalah: orang yang mendahului kaum menuju air untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Wahai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia:-

Sesungguhnya dia adalah kekasih pilihan, sebaik-baik makhluk Allah dan pemberi petunjuk bagi jin dan manusia, mengguncang singgasana orang-orang zalim dan kefasikannya, menghancurkan berhala-berhala, memikul amanah dari Tuhannya dan berlalu serta menjadi imam, mengajarkan ketakwaan dan kasih sayang kepada umat manusia serta berjihad untuk menyebarkan kebenaran dan berkata ini halal dan itu haram, dan mengamankan setiap orang yang takut atas harta, kehormatan dan darahnya.

Wahai saudara-saudaraku seiman:-

Telaga adalah janji bagi setiap orang yang dizalimi, telaga adalah janji bagi setiap orang yang haknya tidak ditunaikan, telaga adalah janji bagi orang yang bekerja untuk memuliakan agama Allah di bumi dengan berhukum pada Kitab-Nya dan sunnah kekasih-Nya, telaga adalah janji bagi orang yang membawa Islam ke seluruh dunia di bawah naungan kekhalifahan, telaga adalah janji bagi orang yang berhak mendapatkan syahadah dengan menunaikan amanah, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat di akhir hayatnya ((Sesungguhnya aku adalah Al-Farath bagi kalian, dan aku adalah saksi atas kalian, dan sesungguhnya aku melihat ke telagaku sekarang, dan sesungguhnya aku telah diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi, atau kunci-kunci bumi, dan sesungguhnya aku, demi Allah, tidak takut kalian akan berbuat syirik setelahku, tetapi aku takut kalian akan berlomba-lomba di dalamnya)) Shahih Bukhari.

Sesungguhnya telaga, telaga Nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam, telaga adalah kemuliaan dan anugerah besar atas Rasul-Nya di akhirat. Dialah yang Allah firmankan tentangnya: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar, dan Al-Kautsar adalah sungai di surga, yang darinya mengalir dua pancuran yang memancar ke telaga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, agar orang-orang yang beriman kepadanya terus-menerus minum secara inderawi sebagaimana mereka minum di dunia minuman maknawi dari petunjuk dan meneladani beliau shallallahu 'alaihi wasallam, jika tidak, maka mereka akan diusir dan dijauhkan darinya sebagai balasan yang setimpal... Ketika manusia keluar dari kubur mereka, kepala mereka berdebu, kaki mereka telanjang, tubuh mereka telanjang lalu mereka digiring di padang mahsyar, dan matahari berada dekat dengan kepala mereka, maka mereka ditimpa kehausan yang menimpa mereka, saat mereka sangat membutuhkan seteguk air yang dapat menghilangkan dahaga mereka, maka di sana ada telaga di bumi mahsyar.

Telaga ini yang ada pada hari kiamat di tempat dan waktu yang sangat dibutuhkan manusia, karena manusia akan mendapatkan kesusahan, kesedihan, kesulitan, keringat, dan panas, yang membuat mereka sangat membutuhkan air, lalu mereka mendatangi telaga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

 Dan itu adalah telaga yang agung di padang mahsyar, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih dingin dari es, lebih harum dari misk, dan memiliki bejana-bejana sejumlah bintang di langit, siapa yang minum darinya seteguk tidak akan pernah haus setelahnya. Dan nash-nash telah menunjukkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memiliki telaga, dan panjangnya sejauh perjalanan sebulan dan lebarnya sejauh perjalanan sebulan; jarak yang ditempuh pengendara dalam panjangnya selama sebulan, dan dalam lebarnya selama sebulan. Telaga ditunjukkan oleh banyak hadis, di antaranya sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: (Sesungguhnya telagaku adalah antara Ailah -di Syam- dan Aden -di Yaman-) dan dalam lafaz lain: (Sesungguhnya aku memiliki telaga seperti antara Ailah dan Bushra)

Manusia mendatanginya - orang-orang beriman - :-

Lalu mereka minum, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku adalah Al-Farath kalian di telaga" yaitu aku mendahului kalian, Al-Farath: orang yang mendahului rombongan, dan menyiapkan apa yang mereka butuhkan, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku adalah Al-Farath kalian" yaitu: aku mendahului kalian ke telaga, dan aku menunggu kalian di sana, dan aku bersiap untuk bertemu kalian "Sesungguhnya aku adalah Al-Farath kalian di telaga".

Dan ada orang-orang yang mendatanginya:-

Lalu mereka diusir dan dijauhkan sebagaimana unta-unta yang kehausan dijauhkan; karena mereka mengubah dan mengganti, mereka tidak berhenti kembali ke belakang dan membuat perkara-perkara baru dalam Islam yang bukan darinya.

Dan dikatakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu. Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ((Barangsiapa membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya maka ia tertolak))

Al-Qurthubi rahimahullah berkata: (Sesungguhnya orang yang paling keras diusir adalah orang yang menyelisihi jamaah muslimin, dan memisahkan diri dari jalannya, ... demikian pula orang-orang zalim yang berlebihan dalam kezhaliman dan penindasan serta menghilangkan kebenaran dan membunuh serta menghinakan orang-orang yang berhak).

Karena sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya akan didatangkan orang-orang -sesungguhnya ada orang-orang yang mendatangiku- dalam lafaz -aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku- lalu mereka dijauhkan -yaitu diusir- sebagaimana unta-unta yang kehausan dijauhkan" mereka dipalingkan, dalam keadaan haus mereka mendatangi telaga dalam keadaan haus mereka memiliki rasa dahaga yang sangat lalu mereka diusir dan dijauhkan, para malaikat mengusir mereka dengan tongkat "sebagaimana unta-unta yang kehausan dijauhkan" lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ya Rabbi sahabatku sahabatku" dan dalam lafaz: "Sahabat-sahabatku sahabat-sahabatku" lalu dikatakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu, sesungguhnya mereka senantiasa murtad ke belakang sejak engkau berpisah dengan mereka, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Celaka celaka - dan dalam riwayat kehancuran kehancuran - bagi orang yang mengubah setelahku". Dalam Shahihain

Wahai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia:- Sesungguhnya perkara ini serius (Sesungguhnya ini adalah perkataan yang tegas, dan bukan senda gurau) Rahmat-Mu kemudian rahmat-Mu ya Rabb

Apa yang telah kalian persiapkan untuk telaga? Dan apa yang telah kalian persiapkan untuk bertemu kekasih shallallahu 'alaihi wasallam di telaga maka takutlah wahai hamba Allah untuk diusir dari telaga pada hari kehausan terbesar? Sesungguhnya telaga haram diminum oleh orang-orang yang berbuat dosa dan maksiat? Perbaharuilah janji dengan Allah, bahwa telaga tidak didatangi kecuali oleh orang-orang mukmin yang jujur? Para ulama berkata: Setiap orang yang murtad dari agama Allah atau membuat perkara baru di dalamnya dengan sesuatu yang tidak diridhai Allah dan tidak diizinkan-Nya, maka dia termasuk orang-orang yang diusir dari telaga, dan yang paling keras diusir adalah orang-orang zalim yang berlebihan dalam kezhaliman dan penindasan, dan menghilangkan kebenaran dan menghinakan orang-orang yang berhak, yang tidak malu kepada manusia, dan tidak malu kepada Allah.

 Dan beliau bersabda: ((Sesungguhnya aku adalah Al-Farath bagi kalian di telaga, maka berhati-hatilah, janganlah salah seorang di antara kalian mendatangiku lalu dia dihalau dariku sebagaimana unta yang hilang dihalau, lalu aku bertanya: Mengapa ini? Lalu dikatakan: Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu, lalu aku berkata: Kehancuran)) Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya. Dan beliau bersabda: ((Sesungguhnya aku adalah Al-Farath kalian di telaga, siapa yang melewaticu akan minum, dan siapa yang minum tidak akan pernah haus selamanya, dan sungguh akan mendatangiku kaum, aku mengenal mereka dan mereka mengenaliku, kemudian dipisahkan antara aku dan mereka, lalu aku berkata: Sesungguhnya mereka dariku lalu dikatakan: Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat setelahmu, lalu aku berkata: Kehancuran kehancuran, bagi orang yang mengubah setelahku)).

Saudara-saudaraku seiman:-

Telaga adalah janji kita dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Telaga adalah tempat berlindung orang-orang beriman sebelum masuk surga. Telaga adalah tempat dihilangkannya dahaga. Telaga adalah tempat orang-orang yang takut merasa aman, dan orang-orang yang bersedih merasa bahagia. Telaga adalah tempat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri, bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan sisa para sahabat yang mulia. Telaga adalah tempat para pemimpin umat dan ulamanya berdiri. Telaga adalah tempat para pembaharu umat dan para dai minum. Telaga adalah awal kebahagiaan orang mukmin di akhirat, karena tidak ada yang mendatanginya kecuali telah selamat dari kengerian yang besar dan kesusahan yang dahsyat.

Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari hadis An-Nadhr bin Anas dari Anas, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah agar memberikan syafaat kepadaku? Beliau bersabda: ((Aku akan melakukannya. Lalu aku bertanya: Di mana aku mencarimu? Beliau bersabda: Carilah aku pertama kali engkau mencariku di atas shirath. Aku bertanya: Jika aku tidak bertemu denganmu? Beliau bersabda: Aku berada di sisi timbangan. Aku bertanya: Jika aku tidak bertemu denganmu? Beliau bersabda: Aku berada di sisi telaga)).

Wahai sebaik-baik rasul dan imam para mujahidin dan wahai kiblat orang-orang yang عاشق dan wahai sebaik-baik makhluk dan panji petunjuk hingga hari kiamat dan jalan orang-orang yang bertanya, jadilah pemberi syafaat kami jika hari itu datang maka siapa selainmu setelah Allah yang memberi syafaat kepada kami dan siapa selainmu imam, ya Allah jangan haramkan kami seteguk minuman yang nikmat dari telaga Nabi-Mu dan jangan haramkan kami syafaatnya dan jadikan kami termasuk orang-orang yang memperoleh kehormatan menyertainya di surga-surga kenikmatan. Ya Allah kami memohon kepada-Mu seteguk minuman yang nikmat dari telaga Nabi kami yang kami tidak akan haus setelahnya selamanya, ya Allah rahmat yang Engkau beri petunjuk dengannya hati kami, ya Allah limpahkan shalawat kepada Sayyidina Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu dan terakhir dan di kalangan tertinggi hingga hari kiamat.

Para pendengar yang kami hormati, dan hingga kita berjumpa dengan hadis Nabi lainnya, kami meninggalkan Anda dalam lindungan Allah, dan assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

More from Yurisprudensi

Bersama Hadits Nabi - Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Bersama Hadits Nabi

Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Semoga Allah memberkahi Anda, para pendengar setia Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir. Kita bertemu kembali dalam program kita, Bersama Hadits Nabi. Hal terbaik yang dapat kita mulai dalam episode ini adalah sapaan Islam, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Disebutkan dalam Musnad Ahmad - Sisa Musnad Al-Muktsirin - Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini 

  Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari Al-Ala dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Mereka berkata: Orang yang bangkrut di antara kami, wahai Rasulullah, adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini. Maka ia didudukkan lalu orang ini mengambil dari kebaikannya dan orang itu mengambil dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum ia melunasi kesalahan yang harus ia tanggung, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka."

Hadits ini, seperti hadits-hadits penting lainnya, harus dipahami maknanya dan disadari. Ada orang yang bangkrut meskipun ia shalat, puasa, dan berzakat, karena ia mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang itu  

Kebangkrutannya adalah karena kebaikannya, yang merupakan modalnya, diambil dan diberikan kepada orang ini dan digunakan untuk melunasi kepada orang itu sebagai ganti dari tuduhan, celaan, dan pukulannya. Setelah kebaikannya habis sebelum ia melunasi kewajibannya, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka. 

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya, "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Maksud dari "tahukah kalian" adalah dari pemahaman dan pemahaman adalah pengetahuan tentang batin sesuatu, "Tahukah kalian" yaitu "apakah kalian mengetahui siapa orang yang benar-benar bangkrut?" Ini menegaskan perkataan Sayidina Ali karramallahu wajhah: "Kekayaan dan kemiskinan setelah diperlihatkan kepada Allah." Ketika mereka ditanya pertanyaan ini, mereka menjawab berdasarkan pengalaman mereka, "Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda," Inilah orang yang bangkrut menurut pandangan para sahabat Rasulullah, lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak,... Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat..." 

Ini menegaskan perkataan Sayidina Umar: "Barang siapa yang mau, maka berpuasalah, dan barang siapa yang mau, maka shalatlah, tetapi yang penting adalah istiqamah," karena shalat, puasa, haji, dan zakat adalah ibadah yang mungkin dilakukan seseorang dengan ikhlas dalam hatinya, dan mungkin juga ia melakukannya karena riya, tetapi pusat gravitasinya adalah untuk patuh pada perintah Allah 

Kita memohon kepada Allah untuk meneguhkan kita di atas kebenaran, menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, menggantikan keburukan-keburukan kita dengan kebaikan-kebaikan, dan tidak menghinakan kita pada hari diperlihatkan kepada-Nya, Ya Allah, kabulkanlah. 

Para pendengar setia, sampai jumpa lagi dalam hadits nabawi lainnya, kami menitipkan Anda kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan-Nya, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Ditulis untuk radio 

Afraa Turab

Bersama Hadis - Hadis Nabi - Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Bersama Hadis - Hadis Nabi

Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Kami menyambut Anda semua, para kekasih, di mana pun Anda berada, dalam episode baru program Anda "Bersama Hadis - Hadis Nabi" dan kami mulai dengan salam terbaik, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Dari Buraidah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan katakan kepada orang munafik ‘tuan,’ karena jika dia adalah seorang ‘tuan,’ maka kamu telah membuat marah Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.” Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih.

Para pendengar yang terhormat,

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah Ta'ala, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi-Nya Muhammad bin Abdullah, shalawat dan salam baginya, amma ba'du,

Sesungguhnya hadis yang mulia ini membimbing kita tentang bagaimana berinteraksi dengan orang-orang munafik yang kita kenal, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah satu-satunya yang mengetahui semua orang munafik dengan nama-nama mereka, tetapi kita dapat mengetahui sebagian dari mereka dari sifat-sifat mereka, seperti orang-orang yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an bahwa mereka melakukan kewajiban dengan malas dengan enggan, dan seperti orang-orang yang berbuat makar terhadap Islam dan Muslim dan mendorong fitnah dan membuat kerusakan di bumi dan suka menyebarkan perbuatan keji dengan menyeru kepadanya dan melindunginya dan merawatnya, dan seperti orang-orang yang berdusta atas nama Islam dan Muslim... dan selain mereka yang memiliki sifat-sifat kemunafikan.

Oleh karena itu, kita harus menyadari apa yang diperbagus dan diperburuk oleh syariat, sehingga kita dapat membedakan orang munafik dari orang yang ikhlas, dan mengambil tindakan yang sesuai terhadapnya. Kita tidak boleh mempercayai orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat dan dia menunjukkan bahwa dia melakukan apa yang dia lakukan karena perhatian terhadap Islam dan Muslim, dan kita tidak boleh berjalan di belakangnya atau mendukungnya, atau bahkan kurang dari itu dengan menggambarkannya sebagai tuan, jika tidak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan marah kepada kita.

Kita sebagai umat Islam harus menjadi orang yang paling peduli terhadap Islam dan Muslim, dan tidak memberikan celah bagi orang munafik untuk masuk ke dalam agama dan keluarga kita, karena mereka adalah hal paling berbahaya yang mungkin kita hadapi saat ini karena banyaknya jumlah mereka dan beragam wajah mereka. Kita harus menghadirkan timbangan syariat untuk mengukur perbuatan orang yang mengaku Islam, karena Islam adalah perisai bagi kita dari orang-orang jahat seperti itu.

Kita memohon kepada Allah untuk melindungi umat kita dari orang-orang jahat seperti itu, dan membimbing kita ke jalan yang lurus dan timbangan yang benar yang dengannya kita mengukur perilaku manusia sehingga kita menjauhi orang-orang yang tidak dicintai oleh Allah, ya Allah, kabulkanlah.

Saudara-saudara yang terkasih, sampai kita bertemu lagi dengan hadis Nabi yang lain, kami meninggalkan Anda dalam perlindungan Allah, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Ditulis untuk radio oleh: Dr. Maher Saleh