Bersama Hadis Nabi - Mukmin yang Kuat Lebih Baik dan Lebih Dicintai Allah
Bersama Hadis Nabi - Mukmin yang Kuat Lebih Baik dan Lebih Dicintai Allah

Kami menyambut Anda semua, para pendengar yang budiman di mana pun Anda berada, dalam episode baru dari program Anda Bersama Hadis Nabi, dan kami mulai dengan salam terbaik, yaitu Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

0:00 0:00
Speed:
October 26, 2025

Bersama Hadis Nabi - Mukmin yang Kuat Lebih Baik dan Lebih Dicintai Allah

Bersama Hadis Nabi

Mukmin yang Kuat Lebih Baik dan Lebih Dicintai Allah

Kami menyambut Anda semua, para pendengar yang budiman di mana pun Anda berada, dalam episode baru dari program Anda Bersama Hadis Nabi, dan kami mulai dengan salam terbaik, yaitu Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

DARI ABU HURAIRAH RADHIALLAHU ANHU BERKATA:

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM BERSABDA: "MUKMIN YANG KUAT LEBIH BAIK DAN LEBIH DICINTAI ALLAH DARIPADA MUKMIN YANG LEMAH, DAN PADA KEDUANYA ADA KEBAIKAN. BERUSAHALAH UNTUK HAL-HAL YANG BERMANFAAT BAGIMU, MOHONLAH PERTOLONGAN KEPADA ALLAH DAN JANGANLAH KAMU LEMAH. JIKA SESUATU MENIMPAMU, MAKA JANGANLAH KAMU BERKATA: 'SEANDAINYA AKU MELAKUKAN INI, MAKA AKAN TERJADI BEGINI DAN BEGITU', TETAPI KATAKANLAH: 'INI ADALAH TAKDIR ALLAH DAN APA YANG DIA KEHENDAKI PASTI TERJADI'. KARENA KATA 'SEANDAINYA' MEMBUKA PEKERJAAN SETAN."

Terdapat dalam Shahih Muslim dengan penjelasan An-Nawawi

SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (MUKMIN YANG KUAT LEBIH BAIK DAN LEBIH DICINTAI ALLAH DARIPADA MUKMIN YANG LEMAH, DAN PADA KEDUANYA ADA KEBAIKAN)

YANG DIMAKSUD DENGAN KEKUATAN DI SINI ADALAH KETEGUHAN JIWA DAN KECERDASAN DALAM URUSAN AKHIRAT. MAKA ORANG YANG MEMILIKI SIFAT INI AKAN LEBIH BERANI MENGHADAPI MUSUH DALAM JIHAD, LEBIH CEPAT KELUAR DAN BERANGKAT UNTUK MENCARINYA, LEBIH TEGUH DALAM MENYERU KEPADA KEBAIKAN DAN MENCEGAH KEMUNGKARAN, SABAR ATAS GANGGUAN DALAM SEMUA ITU, MENAHAN KESULITAN DEMI ALLAH TA'ALA, LEBIH GEMAR DALAM SHALAT, PUASA, DZIKIR DAN SELURUH IBADAH, LEBIH SEMANGAT DALAM MENCARINYA, MENJAGANYA, DAN SEJENISNYA.

ADAPUN SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (DAN PADA KEDUANYA ADA KEBAIKAN)

MAKNANYA ADALAH BAHWA PADA SETIAP ORANG, BAIK YANG KUAT MAUPUN YANG LEMAH, ADA KEBAIKAN KARENA KEDUA-DUANYA SAMA-SAMA BERIMAN, BESERTA IBADAH YANG DILAKUKAN OLEH ORANG YANG LEMAH.

SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (BERUSAHALAH UNTUK HAL-HAL YANG BERMANFAAT BAGIMU, MOHONLAH PERTOLONGAN KEPADA ALLAH DAN JANGANLAH KAMU LEMAH) MAKNANYA ADALAH BERUSAHALAH UNTUK TAAT KEPADA ALLAH TA'ALA, MENGINGINKAN APA YANG ADA DI SISI-NYA, MOHONLAH PERTOLONGAN DARI ALLAH TA'ALA ATAS HAL ITU, DAN JANGANLAH KAMU LEMAH, JANGAN PULA MALAS DALAM MENCARI KETAATAN, DAN JANGAN PULA MALAS DALAM MEMOHON PERTOLONGAN.

SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (JIKA SESUATU MENIMPAMU, MAKA JANGANLAH KAMU BERKATA: 'SEANDAINYA AKU MELAKUKAN INI, MAKA AKAN TERJADI BEGINI DAN BEGITU', TETAPI KATAKANLAH: 'INI ADALAH TAKDIR ALLAH DAN APA YANG DIA KEHENDAKI PASTI TERJADI'. KARENA KATA 'SEANDAINYA' MEMBUKA PEKERJAAN SETAN)

QADHI 'IYADH BERKATA: SEBAGIAN ULAMA BERKATA: LARANGAN INI HANYALAH BAGI ORANG YANG MENGATAKANNYA DENGAN MEYAKINI HAL ITU SECARA PASTI, DAN BAHWA JIKA DIA MELAKUKAN HAL ITU, MAKA HAL ITU TIDAK AKAN MENIMPANYA SECARA PASTI. ADAPUN ORANG YANG MENGEMBALIKAN HAL ITU KEPADA KEHENDAK ALLAH TA'ALA BAHWA TIDAK AKAN MENIMPANYA KECUALI APA YANG DIKEHENDAKI ALLAH, MAKA DIA TIDAK TERMASUK DALAM HAL INI, DAN MEREKA BERDALIL DENGAN UCAPAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RADHIALLAHU ANHU DI GUA: (SEANDAINYA SALAH SEORANG DARI MEREKA MENGANGKAT KEPALANYA, NISCAYA DIA AKAN MELIHAT KITA). QADHI BERKATA: INI TIDAK DAPAT DIJADIKAN HUJJAH KARENA DIA HANYA MENGABARKAN TENTANG MASA DEPAN, DAN TIDAK ADA DI DALAMNYA KLAIM UNTUK MENOLAK TAKDIR SETELAH TERJADI. DIA BERKATA: DEMIKIAN PULA SEMUA YANG DISEBUTKAN OLEH BUKHARI DALAM BAB: (APA YANG DIPERBOLEHKAN DARI KATA 'SEANDAINYA') SEPERTI HADIS (SEANDAINYA KAUMMU BELUM LAMA MENINGGALKAN KEKUFURAN, NISCAYA AKU AKAN MENYEMPURNAKAN BAITULLAH DI ATAS DASAR IBRAHIM DAN SEANDAINYA AKU BOLEH MERAJAM TANPA BUKTI, NISCAYA AKU AKAN MERAJAM WANITA INI DAN SEANDAINYA AKU TIDAK MEMBERATKAN UMATKU, NISCAYA AKU AKAN MEMERINTAHKAN MEREKA UNTUK BERSIWAK) DAN YANG SERUPA DENGAN ITU, SEMUANYA BERKAITAN DENGAN MASA DEPAN YANG TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN TAKDIR, MAKA TIDAK ADA KEBENCIAN DI DALAMNYA; KARENA DIA HANYA MENGABARKAN TENTANG KEYAKINANNYA TENTANG APA YANG AKAN DIA LAKUKAN JIKA TIDAK ADA PENGHALANG, DAN TENTANG APA YANG ADA DALAM KEMAMPUANNYA, ADAPUN APA YANG TELAH BERLALU MAKA ITU DI LUAR KEMAMPUANNYA. QADHI BERKATA: PENDAPATKU TENTANG MAKNA HADIS INI ADALAH BAHWA LARANGAN ITU BERLAKU SECARA ZAHIR DAN UMUM; TETAPI ITU ADALAH LARANGAN UNTUK MENJAGA DIRI, DAN HAL ITU DITUNJUKKAN OLEH SABDA NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (KARENA KATA 'SEANDAINYA' MEMBUKA PEKERJAAN SETAN) YAITU SETAN MELEMPARKAN KE DALAM HATI PERTENTANGAN TERHADAP TAKDIR, DAN SETAN MEMBISIKKANNYA. INILAH PERKATAAN QADHI, SAYA BERKATA: DAN TELAH DATANG DARI PENGGUNAAN (SEANDAINYA) DALAM MASA LALU UCAPAN NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: (SEANDAINYA AKU TAHU APA YANG AKAN TERJADI DI KEMUDIAN HARI, SEBAGAIMANA YANG AKU KETAHUI SEKARANG, NISCAYA AKU TIDAK AKAN MEMBAWA HEWAN KURBAN). DAN LAIN SEBAGAINYA. MAKA YANG ZAHIR ADALAH BAHWA LARANGAN ITU HANYALAH TENTANG MENGUCAPKAN HAL ITU DALAM HAL YANG TIDAK ADA MANFAATNYA, MAKA ITU ADALAH LARANGAN UNTUK MENJAGA DIRI, BUKAN LARANGAN HARAM. ADAPUN ORANG YANG MENGATAKANNYA KARENA MENYESALI APA YANG TERLEWATKAN DARI KETAATAN KEPADA ALLAH TA'ALA, ATAU APA YANG SULIT BAGINYA DARI HAL ITU, DAN SEJENISNYA, MAKA TIDAK MENGAPA, DAN KEPADANYA DIARAHKAN SEBAGIAN BESAR PENGGUNAAN YANG ADA DALAM HADIS-HADIS. DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI.  

Para pendengar yang kami hormati

Marilah kita memacu diri kita sendiri dan berusaha untuk menjadi bagian dari orang-orang mukmin yang kuat, yang menghadap kepada ketaatan kepada Allah dan perintah-perintah-Nya, dan menjauhi kemaksiatan dan larangan-larangan-Nya, bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, ridha dengan takdir dan hukum-hukum-Nya.

Para pendengar yang kami hormati, sampai jumpa di lain waktu dengan hadis nabi yang lain, kami meninggalkan Anda dalam lindungan Allah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

More from Yurisprudensi

Bersama Hadits Nabi - Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Bersama Hadits Nabi

Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Semoga Allah memberkahi Anda, para pendengar setia Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir. Kita bertemu kembali dalam program kita, Bersama Hadits Nabi. Hal terbaik yang dapat kita mulai dalam episode ini adalah sapaan Islam, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Disebutkan dalam Musnad Ahmad - Sisa Musnad Al-Muktsirin - Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini 

  Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari Al-Ala dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Mereka berkata: Orang yang bangkrut di antara kami, wahai Rasulullah, adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini. Maka ia didudukkan lalu orang ini mengambil dari kebaikannya dan orang itu mengambil dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum ia melunasi kesalahan yang harus ia tanggung, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka."

Hadits ini, seperti hadits-hadits penting lainnya, harus dipahami maknanya dan disadari. Ada orang yang bangkrut meskipun ia shalat, puasa, dan berzakat, karena ia mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang itu  

Kebangkrutannya adalah karena kebaikannya, yang merupakan modalnya, diambil dan diberikan kepada orang ini dan digunakan untuk melunasi kepada orang itu sebagai ganti dari tuduhan, celaan, dan pukulannya. Setelah kebaikannya habis sebelum ia melunasi kewajibannya, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka. 

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya, "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Maksud dari "tahukah kalian" adalah dari pemahaman dan pemahaman adalah pengetahuan tentang batin sesuatu, "Tahukah kalian" yaitu "apakah kalian mengetahui siapa orang yang benar-benar bangkrut?" Ini menegaskan perkataan Sayidina Ali karramallahu wajhah: "Kekayaan dan kemiskinan setelah diperlihatkan kepada Allah." Ketika mereka ditanya pertanyaan ini, mereka menjawab berdasarkan pengalaman mereka, "Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda," Inilah orang yang bangkrut menurut pandangan para sahabat Rasulullah, lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak,... Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat..." 

Ini menegaskan perkataan Sayidina Umar: "Barang siapa yang mau, maka berpuasalah, dan barang siapa yang mau, maka shalatlah, tetapi yang penting adalah istiqamah," karena shalat, puasa, haji, dan zakat adalah ibadah yang mungkin dilakukan seseorang dengan ikhlas dalam hatinya, dan mungkin juga ia melakukannya karena riya, tetapi pusat gravitasinya adalah untuk patuh pada perintah Allah 

Kita memohon kepada Allah untuk meneguhkan kita di atas kebenaran, menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, menggantikan keburukan-keburukan kita dengan kebaikan-kebaikan, dan tidak menghinakan kita pada hari diperlihatkan kepada-Nya, Ya Allah, kabulkanlah. 

Para pendengar setia, sampai jumpa lagi dalam hadits nabawi lainnya, kami menitipkan Anda kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan-Nya, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Ditulis untuk radio 

Afraa Turab

Bersama Hadis - Hadis Nabi - Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Bersama Hadis - Hadis Nabi

Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Kami menyambut Anda semua, para kekasih, di mana pun Anda berada, dalam episode baru program Anda "Bersama Hadis - Hadis Nabi" dan kami mulai dengan salam terbaik, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Dari Buraidah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan katakan kepada orang munafik ‘tuan,’ karena jika dia adalah seorang ‘tuan,’ maka kamu telah membuat marah Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.” Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih.

Para pendengar yang terhormat,

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah Ta'ala, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi-Nya Muhammad bin Abdullah, shalawat dan salam baginya, amma ba'du,

Sesungguhnya hadis yang mulia ini membimbing kita tentang bagaimana berinteraksi dengan orang-orang munafik yang kita kenal, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah satu-satunya yang mengetahui semua orang munafik dengan nama-nama mereka, tetapi kita dapat mengetahui sebagian dari mereka dari sifat-sifat mereka, seperti orang-orang yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an bahwa mereka melakukan kewajiban dengan malas dengan enggan, dan seperti orang-orang yang berbuat makar terhadap Islam dan Muslim dan mendorong fitnah dan membuat kerusakan di bumi dan suka menyebarkan perbuatan keji dengan menyeru kepadanya dan melindunginya dan merawatnya, dan seperti orang-orang yang berdusta atas nama Islam dan Muslim... dan selain mereka yang memiliki sifat-sifat kemunafikan.

Oleh karena itu, kita harus menyadari apa yang diperbagus dan diperburuk oleh syariat, sehingga kita dapat membedakan orang munafik dari orang yang ikhlas, dan mengambil tindakan yang sesuai terhadapnya. Kita tidak boleh mempercayai orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat dan dia menunjukkan bahwa dia melakukan apa yang dia lakukan karena perhatian terhadap Islam dan Muslim, dan kita tidak boleh berjalan di belakangnya atau mendukungnya, atau bahkan kurang dari itu dengan menggambarkannya sebagai tuan, jika tidak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan marah kepada kita.

Kita sebagai umat Islam harus menjadi orang yang paling peduli terhadap Islam dan Muslim, dan tidak memberikan celah bagi orang munafik untuk masuk ke dalam agama dan keluarga kita, karena mereka adalah hal paling berbahaya yang mungkin kita hadapi saat ini karena banyaknya jumlah mereka dan beragam wajah mereka. Kita harus menghadirkan timbangan syariat untuk mengukur perbuatan orang yang mengaku Islam, karena Islam adalah perisai bagi kita dari orang-orang jahat seperti itu.

Kita memohon kepada Allah untuk melindungi umat kita dari orang-orang jahat seperti itu, dan membimbing kita ke jalan yang lurus dan timbangan yang benar yang dengannya kita mengukur perilaku manusia sehingga kita menjauhi orang-orang yang tidak dicintai oleh Allah, ya Allah, kabulkanlah.

Saudara-saudara yang terkasih, sampai kita bertemu lagi dengan hadis Nabi yang lain, kami meninggalkan Anda dalam perlindungan Allah, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Ditulis untuk radio oleh: Dr. Maher Saleh