Bersama Hadis Nabi
Kesabaran adalah Kunci Kemenangan dan Pemberdayaan
Kami menyapa Anda semua, para kekasih, di mana pun Anda berada, dalam episode baru program Anda "Bersama Hadis Nabi" dan kami mulai dengan salam terbaik, yaitu Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Disebutkan dalam Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani –dengan perubahan– dalam bab ziarah kubur:
Adam menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, Tsabit menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam melewati seorang wanita yang menangis di kuburan, lalu beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Wanita itu berkata: Menjauhlah dariku, karena engkau tidak tertimpa musibah seperti yang menimpaku, dan dia tidak mengenali beliau. Lalu dikatakan kepadanya bahwa itu adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu dia mendatangi pintu Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak menemukan penjaga di sisinya, lalu dia berkata: Aku tidak mengenalmu, beliau bersabda: Sesungguhnya kesabaran itu ada pada saat kejutan pertama.
Para pendengar yang terhormat:
Kesabaran yang diganjar pahala kepada seseorang hanyalah kesabaran yang terjadi pada awal kejutan, itulah kesabaran yang terpuji pelakunya, ia terpuji dan mengharapkan pahala karena ia tahu bahwa Allah-lah yang memberi dan Allah-lah yang mengambil, dan segala sesuatu di sisi-Nya ada ukurannya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Di antara kaum muslimin, jika ada orang yang meninggal, ia tetap berada di kuburnya, pergi dan kembali sambil menangis, sedih, dan khawatir, sehingga hampir-hampir orang yang meninggal itu tidak meninggalkan pikiran dan khayalannya, sehingga ia tidak melupakan musibah tersebut, dan ini bertentangan dengan apa yang diinginkan Allah subhanahu wa ta'ala.
Wahai kaum Muslimin:
Kesabaran ... Kesabaran ... Apa yang dialami umat ini hari ini berupa kesedihan, kesusahan, pembunuhan, dan pengungsian adalah untuk mendorongnya agar berada di tempat wanita yang berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: Menjauhlah dariku, karena engkau tidak tertimpa musibah seperti yang menimpaku. Di sini kami katakan apa yang diajarkan oleh Rasul kita yang mulia: Jangan bersedih wahai umat yang mulia, dan jangan putus asa, jangan putus asa wahai kaum Muslimin di Syam dan jangan berputus asa, dan ketahuilah bahwa apa yang menimpa kalian hanyalah pahala dan kebaikan dari Allah, dan sesungguhnya kesabaran itu ada pada saat kejutan pertama. Dan bahwa jam terakhir malam adalah yang paling gelap dan pekat. Dan bahwa negara Islam pertama didirikan pada saat-saat yang paling keras bersekongkol melawan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka terjadilah hijrah, negara, kemenangan, dan pemberdayaan.
Ya Allah, segerakanlah untuk kami kekhalifahan yang saleh sesuai dengan manhaj kenabian, yang mengumpulkan kembali umat Islam, mengangkat dari mereka apa yang mereka alami berupa cobaan, ya Allah, terangi bumi dengan cahaya wajah-Mu yang mulia. Ya Allah, kabulkanlah, kabulkanlah.
Para kekasih yang terhormat, dan sampai kita bertemu dengan hadis nabi lainnya, kami meninggalkan Anda dalam lindungan Allah, dan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ditulis untuk radio oleh: Abu Maryam