Bersama Hadits Nabi
Pagi atau Sore Hari di Jalan Allah
Para pendengar yang terhormat,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
"Berangkat pagi atau sore hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya"
Imam Ibnu Hajar berkata dalam penjelasan hadits:
“Al-Ghadwah (pagi) dengan fathah: sekali, dari al-Ghuduwwu: yaitu keluar kapan saja dari awal siang hingga pertengahannya, dan ar-Rauhah: sekali, dari ar-Rawah: yaitu keluar kapan saja dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya.
Firman-Nya: (di jalan Allah) yaitu: jihad.
Adapun firman-Nya: (lebih baik daripada dunia dan seisinya) telah dijelaskan oleh Ibnu Daqiq Al-Id, dia berkata:
Memungkinkan dua pendapat, salah satunya: bahwa itu termasuk dalam bab menurunkan yang ghaib ke kedudukan yang dapat dirasakan untuk memastikannya dalam jiwa, karena dunia dapat dirasakan dalam jiwa dan diagungkan dalam tabiat, oleh karena itu perbandingan terjadi dengannya, jika tidak, sudah diketahui bahwa semua yang ada di dunia tidak sama dengan setitik pun dari apa yang ada di surga. Dan yang kedua: bahwa yang dimaksud adalah bahwa kadar pahala ini lebih baik daripada pahala yang diperoleh seseorang jika dia mendapatkan seluruh dunia dan membelanjakannya untuk ketaatan kepada Allah Ta'ala.
Saya berkata: dan ini diperkuat oleh yang kedua, apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Al-Mubarak dalam kitab Al-Jihad dari mursal Al-Hasan, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengirim pasukan yang di dalamnya ada Abdullah bin Rawahah, lalu dia terlambat untuk menyaksikan shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika engkau menginfakkan apa yang ada di bumi, engkau tidak akan mendapatkan keutamaan keberangkatan pagi mereka, dan kesimpulannya adalah memudahkan urusan dunia dan mengagungkan urusan jihad, dan bahwa siapa pun yang mendapatkan dari surga seukuran cambuk, seolah-olah dia mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari semua yang ada di dunia, lalu bagaimana dengan orang yang mendapatkan darinya derajat yang paling tinggi, dan intinya dalam hal itu adalah bahwa penyebab keterlambatan dari jihad adalah kecenderungan kepada salah satu sebab dunia, maka orang yang terlambat ini diperingatkan bahwa kadar surga yang sedikit ini lebih utama dari semua yang ada di dunia. Selesai perkataan Imam Ibnu Daqiq Al-Id.
Dan yang benar adalah bahwa umat Islam telah diuji sejak sekitar seratus tahun yang lalu dengan para penguasa yang menyia-nyiakan kewajiban jihad, sehingga tidak ada lagi keberangkatan pagi di jalan Allah atau keberangkatan sore, dan kemuliaan ini tidak lagi diperoleh kecuali dengan amal perbuatan individu yang sedikit di sana-sini, dan karena jihad dan keberangkatan pagi dan sorenya memiliki keutamaan dan kedudukan ini, maka sudah selayaknya umat Islam mengubah para penguasa mereka, dan mengubah mereka, sehingga mereka mendirikan seorang penguasa tunggal untuk mereka, yang menghakimi mereka dengan Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya alaihi sholatu wassalam, dan menegakkan di antara mereka syariat-syariat Islam yang puncak kejayaannya adalah jihad di jalan Allah, dan kepada ini kami menyeru kalian wahai umat Islam untuk bekerja bersama orang-orang yang bekerja untuk menegakkan syariat Allah di bumi dengan mendirikan Daulah Islam dan mengangkat seorang khalifah tunggal untuk seluruh umat Islam, yang berperang dari belakangnya dan berlindung dengannya.
Para pendengar yang terhormat: Sampai jumpa lagi, kami titipkan kalian kepada Allah, dan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh