Bersama Hadits Nabi - Jika Kau Tak Malu, Lakukanlah Sesukamu
Saudara pendengar yang terhormat, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Diriwayatkan oleh Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya, dari Abu Mas'ud Al-Anshari radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:
«Sesungguhnya di antara yang didapatkan manusia dari perkataan kenabian pertama adalah jika kamu tidak malu, maka lakukanlah sesukamu»
Ibnu Hajar rahimahullah telah menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, dan di antaranya:
Perkataan beliau: (Sesungguhnya di antara yang didapatkan manusia) yaitu akhir dari apa yang berhubungan dengan orang-orang jahiliyah dari perkataan kenabian pertama .. dan ADRAKA: bermakna sampai, dan JIKA KAMU TIDAK MALU: adalah nama bagi kata yang diserupakan dengan takwil perkataan ini.
Perkataan beliau: (LAKUKANLAH SESUKAMU) Al-Khattabi berkata: Hikmah dalam mengungkapkan dengan lafadz perintah bukan kabar dalam hadits adalah bahwa yang menahan manusia dari melakukan keburukan adalah rasa malu, maka jika dia meninggalkannya, dia menjadi seperti diperintah secara tabiat untuk melakukan setiap keburukan. An-Nawawi berkata dalam "Al-Arba'in": Perintah di dalamnya adalah untuk kebolehan, yaitu jika kamu ingin melakukan sesuatu, maka jika itu adalah sesuatu yang kamu tidak malu jika kamu melakukannya dari Allah dan tidak dari manusia, maka lakukanlah, jika tidak maka jangan. Dan di atas inilah putaran Islam, dan penjelasannya adalah bahwa yang diperintahkan dengannya yaitu wajib dan sunnah, dimaklumi dengan meninggalkan, dan yang dilarang darinya yaitu haram dan makruh, dimaklumi dengan melakukannya, adapun yang mubah maka malu dari melakukannya boleh, dan begitu juga siapa yang meninggalkannya, maka hadits tersebut mencakup hukum yang lima. Dan dikatakan bahwa itu adalah perintah ancaman, dan maknanya adalah jika rasa malu dicabut darimu maka lakukanlah sesukamu karena Allah akan membalasmu karenanya, dan di dalamnya terdapat isyarat untuk mengagungkan perkara rasa malu, yaitu siapa yang tidak malu maka dia akan melakukan apa yang dia inginkan.
Saudara pendengar yang terhormat
Seolah-olah para penguasa muslim tidak menghiraukan rasa malu, mereka tidak memberikan timbangan atau pertimbangan kepadanya, maka mereka menimpakan kepada rakyat mereka kesengsaraan demi kesengsaraan demi kesengsaraan, pembantaian di Suriah, yang lain di Libya, yang ketiga di Yaman, yang keempat di Mesir, yang kelima di Hijaz dan Najd sampai negeri-negeri Muslim dipenuhi dengan penguasa yang sedikit rasa malunya, bahkan katakanlah: tidak punya rasa malu, dan kurang ajarnya mereka mencapai batas menamai negara dengan nama mereka, maka Hijaz dan Najd ini mereka namakan Saudi Arabia dinisbatkan kepada penguasa kesesatan, dan Yordania ini mereka namakan Hasyimiyah dinisbatkan kepada penguasa kesesatan di sana, dan kejahatan para penguasa telah melampaui batas, mereka menghalalkan kehormatan maka mereka melanggarnya, dan mereka membunuh para pemuda, orang tua, wanita dan anak-anak, bahkan mereka mengeluarkan pasukan yang menyiksa rakyat maka pembunuhan merajalela di kalangan Muslim dari para penguasa mereka, dan semua ini tidak lain kecuali karena hilangnya penghalang rasa malu, dan sesungguhnya ketika rasa malu hilang maka tidak ada lagi yang menghalangi seorang penjahat dari kejahatannya, saat itu menjadi wajib bagi para pembela kebenaran untuk menegakkan kebenaran dengan kekuatan, dan tidak ada kekuatan yang lebih besar dari kekuatan rakyat jika mereka menginginkan hak mereka dan berusaha untuk mendapatkan kembali kekuasaan mereka, maka rakyat Muslim ini mulai menggeliat menuntut hak dan kekuasaan mereka dan berusaha untuk mendapatkannya, dan para penjahat yang tidak punya rasa malu mulai berjatuhan satu demi satu, dan kami menyeru rakyat untuk terus maju di jalan kemuliaan mereka, dan kami menasihati mereka agar tidak mengharapkan kebaikan dari orang yang tidak punya rasa malu karena orang yang tidak punya rasa malu tidak ada harapan darinya, dan Allah adalah pelindung orang-orang yang tertindas jika mereka menolong-Nya dan istiqomah di atas perintah-Nya.
Sampai jumpa lagi, kami titipkan kalian kepada Allah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh