Bersama Hadis Syarif - Siapa Yang Akhirat Menjadi Perhatiannya
Bersama Hadis Syarif - Siapa Yang Akhirat Menjadi Perhatiannya

5- Kami menyapa Anda semua, para pendengar yang terkasih di mana pun berada, dalam episode baru program Anda bersama Hadis Syarif, dan kami mulai dengan salam terbaik, maka Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

0:00 0:00
Speed:
September 04, 2025

Bersama Hadis Syarif - Siapa Yang Akhirat Menjadi Perhatiannya

Bersama Hadis Syarif

Siapa Yang Akhirat Menjadi Perhatiannya

Kami menyapa Anda semua, para pendengar yang terkasih di mana pun berada, dalam episode baru program Anda bersama Hadis Syarif, dan kami mulai dengan salam terbaik, maka Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

DARI ANAS BIN MALIK, IA BERKATA:

RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM BERSABDA: "BARANG SIAPA YANG AKHIRAT MENJADI PERHATIANNYA, ALLAH AKAN MENJADIKAN KEKAYAANNYA DALAM HATINYA DAN MENGUMPULKAN URUSANNYA SERTA DUNIA AKAN DATANG KEPADANYA DALAM KEADAAN HINA. DAN BARANG SIAPA YANG DUNIA MENJADI PERHATIANNYA, ALLAH AKAN MENJADIKAN KEMISKINANNYA DI DEPAN MATANYA DAN MENCERAI-BERAIKAN URUSANNYA SERTA TIDAK DATANG KEPADANYA DARI DUNIA KECUALI APA YANG TELAH DITETAPKAN UNTUKNYA."

Telah disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi dengan penjelasan Jami' At-Tirmidzi

PERKATAAN (PERHATIANNYA) YAITU TUJUAN DAN NIATNYA. DAN DALAM MISYKAT: BARANG SIAPA YANG NIATNYA MENCARI AKHIRAT

(ALLAH MENJADIKAN KEKAYAANNYA DALAM HATINYA) YAITU MENJADIKANNYA PUAS DENGAN KECUKUPAN DAN KECUKUPAN AGAR TIDAK LELAH DALAM MENCARI TAMBAHAN

(DAN MENGUMPULKAN URUSANNYA) YAITU URUSAN-URUSANNYA YANG TERPISAH DENGAN MENJADIKANNYA KONSENTRASI DENGAN MENYIAPKAN SEBAB-SEBABNYA DARI ARAH YANG TIDAK DIA SADARI

(DAN DUNIA AKAN DATANG KEPADANYA) YAITU APA YANG DITETAPKAN DAN DIBAGIKAN UNTUKNYA DARI DUNIA

(DALAM KEADAAN HINA) YAITU RENDAH, HINA, MENGIKUTINYA, TIDAK MEMBUTUHKAN USAHA YANG BANYAK DALAM MENCARINYA, BAHKAN DATANG KEPADANYA DENGAN MUDAH DAN LEMBUT MESKIPUN DENGAN PAKSAAN DAN PAKSAAN ORANG-ORANGNYA


(DAN BARANG SIAPA YANG DUNIA MENJADI PERHATIANNYA)

DAN DALAM MISYKAT: DAN BARANG SIAPA YANG NIATNYA MENCARI DUNIA

(ALLAH MENJADIKAN KEMISKINANNYA DI DEPAN MATANYA) YAITU JENIS KEBUTUHAN KEPADA MAKHLUK SEPERTI PERKARA YANG PASTI TERTANAM DI DEPAN MATANYA

(DAN MENCERAI-BERAIKAN URUSANNYA) YAITU URUSAN-URUSANNYA YANG TERKUMPUL

(DAN TIDAK DATANG KEPADANYA DARI DUNIA KECUALI APA YANG TELAH DITETAPKAN UNTUKNYA) YAITU DALAM KEADAAN HINA, MAKA TIDAK DATANG KEPADANYA APA YANG DIA CARI DARI TAMBAHAN MESKIPUN DENGAN PAKSAAN DAN PAKSAAN TEMAN-TEMANNYA

Para pendengar yang kami hormati:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: "Jika seorang hamba berada di pagi dan sore hari dan tidak ada yang menjadi perhatiannya kecuali Allah semata, maka Allah Subhanahu akan memikul semua kebutuhannya, dan memikul darinya semua yang membuatnya khawatir, dan mengosongkan hatinya untuk mencintai-Nya, lisannya untuk mengingat-Nya, dan anggota tubuhnya untuk taat kepada-Nya, dan jika dia berada di pagi dan sore hari dan dunia menjadi perhatiannya, maka Allah akan memikulkan kepadanya segala kekhawatiran, kesedihan, dan kesulitan dunia, dan menyerahkan dirinya kepada dirinya sendiri .....".

Para pendengar yang kami hormati:

Cinta dunia dan kesibukan dengannya telah membuat orang-orang lupa untuk taat kepada Allah Azza wa Jalla dan beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya. Maka datanglah dan berurutanlah ayat-ayat yang mulia dan hadis-hadis yang mulia, termasuk hadis yang mulia ini yang ada di tangan kita hari ini, untuk mengingatkan kita tentang apa yang kita lupakan dan untuk menghasilkan kekuatan pendorong yang meningkatkan ketenangan hati kita dan mengarahkan kita untuk meninggalkan dunia dan zuhud di dalamnya untuk mencari apa yang ada di sisi Allah berupa ridha di dunia dan kenikmatan di akhirat. 

Dan kami akhiri dengan firman-Nya Ta'ala: ﴿DIHIASKAN BAGI MANUSIA KESUKAAN KEPADA SYAHWAT, YAITU WANITA-WANITA, ANAK-ANAK, HARTA YANG BANYAK DARI JENIS EMAS, PERAK, KUDA PILIHAN, BINATANG-BINATANG TERNAK, DAN SAWAH LADANG. ITULAH KESENANGAN HIDUP DI DUNIA, DAN DI SISI ALLAH-LAH TEMPAT KEMBALI YANG BAIK.﴾ Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar tidak menjadikan dunia sebagai perhatian terbesar kami dan tidak pula sebagai puncak pengetahuan kami.

Para pendengar yang kami hormati, dan sampai jumpa lagi dengan hadis nabawi lainnya, kami tinggalkan Anda dalam lindungan Allah, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

More from Yurisprudensi

Bersama Hadits Nabi - Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Bersama Hadits Nabi

Tahukah Kalian Siapa Orang yang Bangkrut?

Semoga Allah memberkahi Anda, para pendengar setia Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir. Kita bertemu kembali dalam program kita, Bersama Hadits Nabi. Hal terbaik yang dapat kita mulai dalam episode ini adalah sapaan Islam, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Disebutkan dalam Musnad Ahmad - Sisa Musnad Al-Muktsirin - Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini 

  Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari Al-Ala dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Mereka berkata: Orang yang bangkrut di antara kami, wahai Rasulullah, adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda. Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat, tetapi ia datang dengan mencela kehormatan orang ini, menuduh orang itu, dan memakan harta orang ini. Maka ia didudukkan lalu orang ini mengambil dari kebaikannya dan orang itu mengambil dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum ia melunasi kesalahan yang harus ia tanggung, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka."

Hadits ini, seperti hadits-hadits penting lainnya, harus dipahami maknanya dan disadari. Ada orang yang bangkrut meskipun ia shalat, puasa, dan berzakat, karena ia mencela orang ini, menuduh orang itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang itu  

Kebangkrutannya adalah karena kebaikannya, yang merupakan modalnya, diambil dan diberikan kepada orang ini dan digunakan untuk melunasi kepada orang itu sebagai ganti dari tuduhan, celaan, dan pukulannya. Setelah kebaikannya habis sebelum ia melunasi kewajibannya, maka diambil dari kesalahan mereka lalu dilemparkan kepadanya kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka. 

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya, "Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?" Maksud dari "tahukah kalian" adalah dari pemahaman dan pemahaman adalah pengetahuan tentang batin sesuatu, "Tahukah kalian" yaitu "apakah kalian mengetahui siapa orang yang benar-benar bangkrut?" Ini menegaskan perkataan Sayidina Ali karramallahu wajhah: "Kekayaan dan kemiskinan setelah diperlihatkan kepada Allah." Ketika mereka ditanya pertanyaan ini, mereka menjawab berdasarkan pengalaman mereka, "Orang yang bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda," Inilah orang yang bangkrut menurut pandangan para sahabat Rasulullah, lalu beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak,... Beliau bersabda: "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala puasa, shalat, dan zakat..." 

Ini menegaskan perkataan Sayidina Umar: "Barang siapa yang mau, maka berpuasalah, dan barang siapa yang mau, maka shalatlah, tetapi yang penting adalah istiqamah," karena shalat, puasa, haji, dan zakat adalah ibadah yang mungkin dilakukan seseorang dengan ikhlas dalam hatinya, dan mungkin juga ia melakukannya karena riya, tetapi pusat gravitasinya adalah untuk patuh pada perintah Allah 

Kita memohon kepada Allah untuk meneguhkan kita di atas kebenaran, menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, menggantikan keburukan-keburukan kita dengan kebaikan-kebaikan, dan tidak menghinakan kita pada hari diperlihatkan kepada-Nya, Ya Allah, kabulkanlah. 

Para pendengar setia, sampai jumpa lagi dalam hadits nabawi lainnya, kami menitipkan Anda kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan-Nya, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Ditulis untuk radio 

Afraa Turab

Bersama Hadis - Hadis Nabi - Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Bersama Hadis - Hadis Nabi

Orang-orang Munafik dan Perbuatan Jahat Mereka

Kami menyambut Anda semua, para kekasih, di mana pun Anda berada, dalam episode baru program Anda "Bersama Hadis - Hadis Nabi" dan kami mulai dengan salam terbaik, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Dari Buraidah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan katakan kepada orang munafik ‘tuan,’ karena jika dia adalah seorang ‘tuan,’ maka kamu telah membuat marah Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.” Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih.

Para pendengar yang terhormat,

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah Ta'ala, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi-Nya Muhammad bin Abdullah, shalawat dan salam baginya, amma ba'du,

Sesungguhnya hadis yang mulia ini membimbing kita tentang bagaimana berinteraksi dengan orang-orang munafik yang kita kenal, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah satu-satunya yang mengetahui semua orang munafik dengan nama-nama mereka, tetapi kita dapat mengetahui sebagian dari mereka dari sifat-sifat mereka, seperti orang-orang yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an bahwa mereka melakukan kewajiban dengan malas dengan enggan, dan seperti orang-orang yang berbuat makar terhadap Islam dan Muslim dan mendorong fitnah dan membuat kerusakan di bumi dan suka menyebarkan perbuatan keji dengan menyeru kepadanya dan melindunginya dan merawatnya, dan seperti orang-orang yang berdusta atas nama Islam dan Muslim... dan selain mereka yang memiliki sifat-sifat kemunafikan.

Oleh karena itu, kita harus menyadari apa yang diperbagus dan diperburuk oleh syariat, sehingga kita dapat membedakan orang munafik dari orang yang ikhlas, dan mengambil tindakan yang sesuai terhadapnya. Kita tidak boleh mempercayai orang yang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariat dan dia menunjukkan bahwa dia melakukan apa yang dia lakukan karena perhatian terhadap Islam dan Muslim, dan kita tidak boleh berjalan di belakangnya atau mendukungnya, atau bahkan kurang dari itu dengan menggambarkannya sebagai tuan, jika tidak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan marah kepada kita.

Kita sebagai umat Islam harus menjadi orang yang paling peduli terhadap Islam dan Muslim, dan tidak memberikan celah bagi orang munafik untuk masuk ke dalam agama dan keluarga kita, karena mereka adalah hal paling berbahaya yang mungkin kita hadapi saat ini karena banyaknya jumlah mereka dan beragam wajah mereka. Kita harus menghadirkan timbangan syariat untuk mengukur perbuatan orang yang mengaku Islam, karena Islam adalah perisai bagi kita dari orang-orang jahat seperti itu.

Kita memohon kepada Allah untuk melindungi umat kita dari orang-orang jahat seperti itu, dan membimbing kita ke jalan yang lurus dan timbangan yang benar yang dengannya kita mengukur perilaku manusia sehingga kita menjauhi orang-orang yang tidak dicintai oleh Allah, ya Allah, kabulkanlah.

Saudara-saudara yang terkasih, sampai kita bertemu lagi dengan hadis Nabi yang lain, kami meninggalkan Anda dalam perlindungan Allah, semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.

Ditulis untuk radio oleh: Dr. Maher Saleh