Organization Logo

أفغانستان المكتب

ولاية أفغانستان

Tel:

hizbuttahrir.af@gmail.com

Dari Kementerian Pertahanan Menjadi Kementerian Perang Saatnya Meninjau Kembali Makna Pertahanan Islam
Press Release

Dari Kementerian Pertahanan Menjadi Kementerian Perang Saatnya Meninjau Kembali Makna Pertahanan Islam

September 07, 2025
Location

Siaran Pers

Dari Kementerian Pertahanan Menjadi Kementerian Perang

Saatnya Meninjau Kembali Makna Pertahanan Islam

(Diterjemahkan)

Dengan mengeluarkan perintah eksekutif, Donald Trump secara resmi mengubah nama Departemen Pertahanan AS menjadi Departemen Perang. Ini bukan hanya perubahan nama; tetapi secara eksplisit mengungkapkan mentalitas agresif kekuatan kolonial dan kebijakan luar negeri mereka yang berbasis pada pendudukan. Trump dengan jelas menyatakan: "Pertahanan terlalu defensif... tetapi kami juga ingin menjadi ofensif."

Barat - yang selama berabad-abad berbicara dalam bahasa perdamaian, diplomasi, tatanan internasional, dan keterlibatan - sekarang tanpa malu-malu berbicara dalam bahasa perang ofensif, seperti yang mereka lakukan di era kolonial imperialis mereka. Sementara itu, umat Islam, yang terkungkung dalam kerangka negara-bangsa yang reyot dan terbatas, masih dibelenggu oleh istilah-istilah defensif dan kebijakan berbasis penyerahan diri. Dahulu, umat Islam bangga dengan jihad, penaklukan, dan membawa risalah Islam; namun hari ini, aspirasi tertinggi umat Islam telah direduksi menjadi perang defensif dan pembebasan dari pendudukan. Sementara Barat secara terbuka mendeklarasikan sikap ofensif, umat Islam harus kembali ke fondasinya. Sejak awal, negara Nabi ﷺ di Madinah tegas, bukan untuk penjajahan, kejahatan, atau genosida seperti Barat, tetapi untuk membawa Islam dan memimpin umat manusia. Kebijakan luar negeri Islam, sejak awal, didasarkan pada menampakkan agama dan menghancurkan batas-batas palsu, untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan agama-agama lain menuju keadilan Islam. ﴿هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ﴾.

Sesungguhnya, tugas menampakkan agama tidak terbatas pada perbatasan, dan tidak dapat didefinisikan dalam tatanan internasional sekuler. Islam datang untuk menjadi referensi global. Dan merupakan kewajiban umat untuk menyebarkannya melalui dakwah dan jihad, hingga mengungguli agama-agama lain. Namun, sejak abad ke-19 dan seterusnya - terutama setelah penghancuran Khilafah - dan dengan penyebaran sistem negara-bangsa dan adopsi kebijakan defensif, umat Islam telah kehilangan semangat inisiatif ofensif. Sementara itu, para penjajah terus melakukan penaklukan mereka di bawah slogan perdamaian dan stabilitas, dan menduduki negara-negara mereka, seperti yang kita saksikan hari ini di Gaza di mana mereka membantai anak-anaknya di depan mata dunia. Namun demikian, para penguasa Muslim - yang menteri perang mereka disebut menteri pertahanan - terbatas pada menjaga perbatasan nasional dan menghormati perjanjian yang membatasi. Terikat oleh kebijakan defensif nasional, mereka memilih untuk diam, dan menggunakan konsep politik Barat, sehingga mereka merumuskan kembali sikap negatif dan kemunduran ini sebagai kebijaksanaan, kepentingan, dan kecerdasan politik!

Barat sekarang berusaha lagi untuk mencapai tujuan kolonial mereka di bawah panji perang ofensif. Apakah umat Islam - dan para penguasa Afghanistan - siap untuk melampaui batas, berusaha untuk membantu mereka yang tertindas, dan mengembalikan jihad - bukan hanya sebagai pembelaan diri melawan pendudukan, tetapi dalam konsepnya yang lebih luas sebagai pendekatan untuk kebijakan luar negeri - ke dalam agenda?

Oleh karena itu, kita harus meninggalkan kebijakan defensif "seimbang" yang berfokus pada ekonomi, dan menghidupkan kembali jalan yang benar dengan mendirikan Khilafah Rasyidah sesuai manhaj kenabian, karena hanya itu yang mendasarkan kebijakan luar negerinya pada dakwah dan jihad; agar Islam meliputi bumi dan fitnah hilang. ﴿وَقاتِلُوهُمْ حَتّى لا تَكونَ فِتْنَةٌ وَيَكونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ﴾.

Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Afghanistan

Official Statement

أفغانستان المكتب

ولاية أفغانستان

أفغانستان المكتب

Media Contact

أفغانستان المكتب

Phone:

Email: hizbuttahrir.af@gmail.com

أفغانستان المكتب

Tel: | hizbuttahrir.af@gmail.com

Reference: PR-01992422-03a8-764c-b721-0f2689b69e0d