NَAFĀ'ISُ ATh-THAMARĀTI
Kisah dengan Hikmah
Seorang pria ingin menjual rumahnya untuk pindah ke rumah yang lebih baik, lalu ia pergi ke temannya yang bekerja sebagai orang iklan dan ahli dalam bidang pemasaran, dan memintanya untuk membantunya menulis iklan untuk menjual rumah tersebut. Sang ahli mengenal rumah itu dengan baik, lalu ia menulis deskripsi rinci tentang rumah itu, memuji lokasi yang indah, luasnya yang besar, dan menggambarkan desain arsitektur yang luar biasa, kemudian berbicara tentang taman dan kolam renang...dll,
Kemudian ia membacakan kata-kata iklan tersebut kepada pemilik rumah yang mendengarkannya dengan penuh perhatian. Pemilik rumah berkata: "Tolong bacakan lagi iklan itu kepada saya." Ketika penulis membacakan ulang, pria itu berseru: "Rumah yang luar biasa, saya telah bermimpi sepanjang hidup saya untuk memiliki rumah seperti itu, dan saya tidak tahu bahwa saya tinggal di dalamnya sampai saya mendengar Anda menggambarkannya." Kemudian dia tersenyum dan berkata: "Tolong jangan publikasikan iklan itu, rumah saya tidak untuk dijual."
Saudaraku yang tercinta, saudariku yang mulia, hitunglah sebagian dari nikmat Allah kepadamu, tulislah satu demi satu, dan kamu akan menemukan dirimu lebih bahagia dari sebelumnya.
Kita tidak berhenti sejenak untuk merenungkan nikmat Allah kepada kita, oleh karena itu kita tidak merasakan nilainya, dan kita mengeluh tentang kekhawatiran dan tidak melihat hikmah Allah Ta'ala di baliknya.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah menyertai Anda.