Pernyataan Pers
Perbedaan Besar Antara Kehormatan di Bawah Naungan Islam dan Kehinaan di Bawah Tekanan Rezim-Rezim Pengikut
Komite Tinggi Ujian Sertifikasi Sudan mengimbau masyarakat internasional dan organisasi terkait untuk terus mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Pengajaran, serta berkontribusi dalam memberdayakan seluruh siswa Sudan untuk mengikuti ujian, khususnya di daerah-daerah yang terkena dampak perang dan situasi kemanusiaan yang kompleks. (SUNA, 26/06/2025 M)
Masih ada sebagian dari saudara-saudara kita yang menaruh harapan baik pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi-organisasinya, dan mengharapkan bantuan dari mereka yang disebut masyarakat internasional dan organisasi internasional, meskipun sejarah membuktikan bahwa mereka tidak memberikan apa pun karena Allah, mereka bukanlah perkumpulan amal, melainkan memiliki agenda yang setiap saat mengungkap permusuhan mereka yang nyata terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Pada tahun 2016, UNESCO mengadakan konferensi untuk mencegah (ekstremisme kekerasan), dan salah satu hasilnya adalah "harus mengatasi masalah perubahan kurikulum pendidikan di Timur Tengah, dan daerah-daerah lain yang menyaksikan berkembangnya ide-ide ekstremis".
Istilah (ide-ide ekstremis) ini dilontarkan dan yang dimaksudkan secara eksklusif adalah Islam, karena negara-negara Barat yang mengendalikan dunia saat ini, menginginkan Islam yang bersifat kependetaan, tidak ada hubungannya dengan kehidupan, dari segi sistem pemerintahan dan politik, sistem ekonomi, dan sistem sosial, agar tidak menemukan hambatan dalam melaksanakan rencana mereka, bahkan terus melakukan semua tindakan kriminal mereka terhadap umat Islam; dari penindasan dan pemusnahan, dan pemisahan Sudan Selatan, serta perang yang berkecamuk sekarang di Sudan, hanyalah hasil dari mengikuti Barat kapitalis, dan organisasi-organisasinya yang kriminal.
Peran organisasi-organisasi yang disebut kemanusiaan ini melampaui apa yang diumumkan, hingga mencoba menyesatkan opini publik, melalui penyebaran informasi yang menyesatkan tentang realitas situasi di daerah-daerah tempat mereka bekerja, agar pekerjaan mereka terus berlanjut, selain melakukan peran intelijen yang mencurigakan untuk kepentingan kekuatan internasional, bahkan sejumlah pengamat menggambarkannya sebagai alat kolonialisme modern! Bahkan, mereka adalah salah satu alat yang paling berbahaya dalam konflik internasional.
Di Sudan, berapa kali organisasi-organisasi internasional ini terungkap melakukan pekerjaan intelijen, dan mata-mata untuk kepentingan negara-negara Barat, dan hal itu tidak berhenti hanya pada pengumpulan informasi, tetapi meluas hingga menyebarkan racun perpecahan, dan perselisihan antara kelompok-kelompok penduduk, seperti yang terjadi di Sudan Selatan, di mana organisasi-organisasi ini berkontribusi melalui bias mereka terhadap salah satu pihak yang berkonflik, untuk memperumit konflik-konflik ini, dengan memanfaatkan kekebalan yang diberikan kepada mereka.
Merawat urusan menuntut berurusan dengan organisasi-organisasi internasional ini dengan ketidakpercayaan, karena tindakan mereka yang menimbulkan banyak keraguan, ditandai dengan banyak ambiguitas karena konflik kepentingan negara-negara, dan ketidakjelasan posisi negara-negara pendukung.
Keselamatan kita ada di tangan kita sendiri, bukan di tangan musuh-musuh kita yang mengintai kita; baik mereka yang terang-terangan memusuhi kita, atau mereka yang mengenakan kemunafikan sebagai jubah teman, dan jubah "mitra" (pemberi dana).
Mengaitkan isu-isu pendidikan; yang paling penting dalam pembentukan dan pembuatan generasi melalui isu-isu ini dengan organisasi-organisasi yang mencurigakan ini dianggap sebagai bunuh diri politik, dan malapetaka besar, yang efek destruktifnya terhadap masyarakat akan muncul cepat atau lambat.
Pendidikan merupakan pilar fundamental dalam kebangkitan umat Islam, dan agar demikian, harus ada sistem politik yang dibangun di atas akidah Islam yang agung, sebuah sistem yang mencakup visi politik yang khas, tinggi, dan independen untuk negaranya, untuk membawa umat manusia dari kegelapan kekufuran, kesesatan dan kebodohan, menuju cahaya dan keadilan Islam, yang membawanya bagi umat manusia di semua bidang kehidupan; spiritual, intelektual, moral, politik, ekonomi, dan lain-lain, serta dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem politik ini secara tegas adalah sistem Khilafah Rasyidah sesuai manhaj kenabian, yang menerapkan Islam dan sistem-sistemnya secara penuh, yang memimpin dunia selama berabad-abad dalam keunggulan lembaga-lembaga akademiknya, dan inovasi-inovasinya yang maju, dan penemuan-penemuannya, serta kontribusi besarnya dalam pembangunan manusia, maka betapa besarnya perbedaan antara kehormatan di bawah naungan Islam, dan kehinaan di bawah sistem ketergantungan.
Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan