Trump Menyebut KTT Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian sebagai Acara Agung
Berita:
Presiden Amerika Serikat Trump dalam pidato yang direkam setelah gerakan Hamas menyetujui rencana mengakhiri perang di Jalur Gaza, mengatakan bahwa semua orang menginginkan perdamaian di Timur Tengah dan kita akan mewujudkannya, dan menambahkan: "Kita sedang mengalami hari yang agung dan belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengakhiri perang di Gaza dan memulangkan para sandera". (Al Arabiya Net).
Komentar:
Trump pantas membanggakan rencananya untuk perdamaian di Gaza, karena musuh-musuh umat Islam tidak pernah bermimpi bahwa mereka dapat menguasai mereka sebagaimana mereka kuasai hari ini, berkat para penguasa mereka yang bodoh, yang digiring oleh Trump untuk bertemu dengannya dan memaksakan rencana mereka di New York di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada 23/9/2025 M, dan inilah mereka datang dengan hina dan patuh ke apa yang disebut sebagai "KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh", untuk memberkati rencananya, dan berpartisipasi dalam penandatanganannya, untuk menyia-nyiakan sisa dari perjuangan Palestina!
Para pemimpin negara-negara kafir di zaman kejayaan umat Islam di Daulah Khilafah bermimpi bahwa khalifah kaum muslimin akan mengaruniakan mereka dengan pertemuan dengannya, atau dengan kata-kata sambutan atau pujian, karena khalifah berbicara kepada mereka dari atas, dari pusat kekuatan, sehingga mereka patuh pada pidatonya, dan menanggapi permintaannya.
Dan hari ini kita melihat para pemimpin negara-negara kafir, Amerika, Inggris, Prancis dan lainnya, dengan para penguasa negara-negara Muslim berkumpul di Mesir, di tanah Kinanah, tanah kepahlawanan, berkumpul untuk menyelesaikan masalah Palestina, mematuhi perintah Presiden Amerika, mengakui entitas Yahudi yang cacat dan menyetujui mereka untuk tinggal di tanah yang diberkahi dengan mengorbankan penduduknya, bahkan dengan mengorbankan martabat bangsa!
Jika para pemimpin yang berkumpul di Sharm el-Sheikh itu berpikir bahwa umat Islam telah mati, dan bahwa mereka dapat menguasai mereka sebagaimana mereka inginkan, maka harapan mereka telah pupus, panah mereka telah meleset, dan usaha mereka untuk menggali kuburan telah gagal, bahkan mereka harus tahu bahwa mereka berkicau di luar kawanan umat, dan menegaskan bahwa mereka bukan dari jenisnya, dan bahwa mereka bukan dari mereka, dan itu bukan dari mereka atau bersama mereka, tetapi menungggu kesempatan yang tepat untuk menerkam mereka, dan melemparkan mereka seperti melempar biji, dan menegakkan khilafahnya yang dijanjikan Allah SWT, dan dengannya Rasulullah ﷺ memberi kabar gembira, dan untuk itu Hizbut Tahrir yang pelopor yang telah mengabdikan dirinya untuk menegakkannya, dan itu dekat dengan izin Allah Ta'ala.
Ditulis untuk Radio Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir
Khalifa Muhammad – Wilayah Yordania