Mencopot Perdana Menteri Malaysia tanpa Pemilihan Umum bukanlah Solusi Sejati, Islam adalah Satu-satunya Solusi untuk Masalah Umat
Pada tanggal 26 Juli 2025, Malaysia menyaksikan demonstrasi besar-besaran yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim. Demonstrasi tersebut diikuti oleh pendukung oposisi, organisasi non-pemerintah, dan orang-orang biasa yang tidak puas dengan apa yang mereka anggap sebagai kegagalan kepemimpinan. Banyak yang menyatakan keyakinan mereka bahwa Anwar Ibrahim bertanggung jawab atas memburuknya kesulitan yang dihadapi rakyat. Sementara beberapa berpendapat bahwa perdana menteri hanya dapat diganti melalui pemilihan umum, mantan Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohamad bersikeras bahwa setiap perdana menteri dapat diberhentikan dari jabatannya tanpa menunggu pemilihan umum. Pernyataannya memicu kontroversi luas dan memperburuk perpecahan politik antara pendukung pemerintah dan oposisi.