Postingan Terbaru

Wahai Pasukan Tentara dan Pasukan Dukungan Cepat, Jangan Tinggikan Kata Kekufuran Sehingga Kalian Menjadi Bahan Bakar Api Neraka Jahannam

Wahai Pasukan Tentara dan Pasukan Dukungan Cepat, Jangan Tinggikan Kata Kekufuran Sehingga Kalian Menjadi Bahan Bakar Api Neraka Jahannam

Kementerian Kesehatan Sudan mengumumkan, "tercatat 2.345 kasus baru kolera termasuk 21 kasus kematian, sehingga jumlah kasus meningkat menjadi 96.681 kasus, sejak Agustus 2024". Kementerian Kesehatan Sudan, dalam pernyataannya, menyatakan bahwa "sebagian besar kasus berasal dari wilayah Tawila di negara bagian Darfur Utara, barat negara itu", sehingga jumlah kasus meningkat menjadi 96.681 kasus, termasuk 2.408 kasus kematian, di semua negara bagian (18 negara bagian). Puluhan ribu warga Sudan menghadapi situasi kemanusiaan yang sulit di negara bagian Kordofan Utara, yang mendorong mereka untuk mengungsi ke kota Al-Abyad, ibu kota negara bagian, karena perang dan penyebaran kolera. (Sputnik Arab, 06/08/2025).

Apakah Kabul Akan Menjadi Ibu Kota Pertama di Dunia Tanpa Air?!

Apakah Kabul Akan Menjadi Ibu Kota Pertama di Dunia Tanpa Air?!

Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Nasional Afghanistan menyerukan partisipasi resmi Afghanistan dalam Konferensi Para Pihak ke-30 di Brasil. Ia menekankan perlunya mengakhiri status pengamat Afghanistan, dan bahwa Afghanistan berhak untuk berpartisipasi secara efektif dalam konferensi ini dan menyuarakan konsekuensi dari perubahan iklim. Dia menegaskan bahwa negara itu menghadapi kekeringan, kelangkaan air, banjir bandang, dan penyusutan lahan subur.

Kesepakatan Gas dengan Entitas Yahudi: Membeli Kekayaan Curian Kita dan Mendukung Musuh Perampas Kita

Kesepakatan Gas dengan Entitas Yahudi: Membeli Kekayaan Curian Kita dan Mendukung Musuh Perampas Kita

Dalam sebuah adegan baru yang mewujudkan sejauh mana dekadensi dan ketergantungan yang telah dicapai oleh rezim Mesir, diumumkan penandatanganan kesepakatan besar dengan entitas Yahudi untuk mengimpor gas alam dari ladang Leviathan di wilayah Palestina yang dirampas, senilai hampir 35 miliar dolar yang berlangsung hingga tahun 2040, yang mana entitas Yahudi mengekspor sekitar 130 miliar meter kubik gas ke Mesir,

176 / 10603