Permata Buah - Wahai Anakku, Aku Mewasiatkanmu dengan Wasiat, Maka Hafalkanlah
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid, dengan hafalannya, telah menceritakan kepada kami Uyainah bin Abdurrahman, telah menceritakan kepadaku Ali bin Zaid bin Jud'an berkata: Seorang laki-laki dari Anshar didatangi kematian, lalu dia berkata kepada putranya: Wahai anakku, aku mewasiatkanmu dengan wasiat, maka hafalkanlah, karena jika engkau tidak menghafalnya dariku, maka engkau lebih mungkin tidak menghafalnya dari orang lain. Bertakwalah kepada Allah Azza wa Jalla, dan jika engkau mampu menjadi lebih baik dari dirimu kemarin, dan esok lebih baik dari dirimu hari ini, maka lakukanlah. Dan jauhilah ketamakan, karena itu adalah kefakiran yang nyata, dan berpegang teguhlah pada keputusasaan, karena engkau tidak berputus asa dari sesuatu pun kecuali Allah akan mencukupkanmu darinya. Dan jauhilah segala sesuatu yang perlu dimaafkan, karena tidak ada alasan untuk kebaikan. Dan jika ada orang yang tersandung dari anak Adam, maka pujilah Allah karena engkau bukan dia. Dan jika engkau berdiri untuk shalat, maka shalatlah seperti shalat orang yang berpamitan, dan engkau melihat bahwa engkau tidak akan shalat lagi setelahnya selamanya.