Visi Politik dalam Tanda-Tanda Kiamat - 22
Visi Politik dalam Tanda-Tanda Kiamat - 22
Visi Politik dalam Tanda-Tanda Kiamat - 22
Sesungguhnya menegakkan Khilafah sesuai manhaj kenabian sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, mengharuskan pertama-tama agar kekuasaan umat menjadi mandiri; dan agar kekuasaan umat menjadi mandiri, haruslah bekerja dengan kemampuan sendiri, dengan usaha sendiri, menggunakan potensi sendiri, bertawakal hanya kepada Allah semata,
Televisi Al-Waqiyah: Singkatnya "Meneguhkan Pendudukan dengan Slogan (Perdamaian)!"
Kita hidup hari ini dalam keadaan luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya dari gejolak ekonomi dan geopolitik yang membuat prospek pertumbuhan ekonomi masa depan menghadapi tantangan besar, dan ini bertepatan dengan melemahnya seluruh instrumen keuangan internasional, yang membuat konflik secara umum melanggar secara mencolok standar kemanusiaan dan moral, yang akan mendorong penolakan dunia unipolar, dan ini terwujud secara eksplisit ketika terjadi dan runtuhnya kontrak ekonomi yang dipaksakan oleh Amerika sebagai alat yang dengannya ia mengendalikan dunia hingga hari ini.
Kota Gabes dilanda bencana besar, yang membungkus napasnya dengan kematian lambat akibat krisis lingkungan yang disebabkan oleh emisi kompleks kimia industri.
Kantor Media Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan dengan senang hati mengundang saudara-saudara media, politisi, dan semua yang tertarik dengan urusan publik, untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam episode baru dari saloon politik, di mana Ustadz Muhammad Jami' (Abu Ayman), asisten juru bicara resmi Hizbut Tahrir di Wilayah Sudan, akan menjadi tamu, dengan judul:
Televisi Al-Waqiyah: Ingatlah, Hanya Milik-Nya Penciptaan dan Perintah!
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), (150)
Bersama Al-Qur'an - Surah Al-Isra'
Kami menyapa Anda semua, wahai para pendengar yang mulia di mana pun Anda berada. Kita bertemu dalam episode baru dari program Anda "Bersama Hadits Nabi". Kita mulai dengan penghormatan terbaik dan salam terindah. Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya menyertai Anda. Amma ba'du: