NAFĀ'ISُ ATS-TSAMARĀTِ - Barangsiapa Mengenal Allah, Semakin Kuat Rasa Malu, Takut, dan Cintanya kepada-Nya
Ibnu Mas'ud berkata: Dan cukuplah rasa takut kepada Allah sebagai ilmu. Berkurangnya rasa takut kepada Allah hanyalah karena kurangnya pengetahuan hamba tentang-Nya, maka orang yang paling mengenal Allah adalah orang yang paling takut kepada-Nya, dan barangsiapa mengenal Allah, semakin kuat rasa malu, takut, dan cintanya kepada-Nya, dan setiap kali pengetahuannya bertambah, maka bertambah pula rasa malu, takut, dan cintanya. Maka rasa takut adalah di antara kedudukan tertinggi di jalan (menuju Allah), dan rasa takut orang-orang khusus lebih besar daripada rasa takut orang awam, dan mereka lebih membutuhkannya, dan itu lebih pantas bagi mereka, dan lebih mengikat bagi mereka. Karena seorang hamba bisa jadi lurus atau condong dari kelurusan, maka jika dia condong dari kelurusan, maka rasa takutnya adalah karena hukuman atas kecenderungannya, dan iman tidak sah kecuali dengan rasa takut ini.