Setelah entitas Yahudi memberi tahu Amerika Serikat tentang keputusannya untuk melanjutkan operasi kriminalnya di Gaza, lebih dari 109 putra tanah Palestina yang diberkati, termasuk 46 anak-anak, menjadi martir dan yang lainnya terluka sejak Selasa malam, 28 Oktober 2025, dalam serangan udara yang dilancarkan oleh tentara entitas di seluruh Jalur Gaza, yang menargetkan rumah-rumah warga sipil dan sebuah sekolah yang menampung pengungsi di Beit Lahia, utara Jalur Gaza.