Postingan Terbaru

Ar Radar: Khotbah Berapi-api di Port Sudan: Hizbut Tahrir Menuntut Tentara Islam Bergerak untuk Menyelamatkan Gaza dan Meruntuhkan Entitas Pendudukan!”

Ar Radar: Khotbah Berapi-api di Port Sudan: Hizbut Tahrir Menuntut Tentara Islam Bergerak untuk Menyelamatkan Gaza dan Meruntuhkan Entitas Pendudukan!”

Juru Bicara resmi Hizbut Tahrir di Negara Bagian Sudan, Ibrahim Othman (Abu Khalil), menyampaikan khotbah yang bersemangat di depan Masjid Al-Atiq di kota Port Sudan, di mana ia menyampaikan seruan mendesak kepada umat Islam, khususnya tentara umat dan para pemimpinnya, untuk menyelamatkan saudara-saudara mereka di Gaza dari kekejaman pendudukan Zionis. Pidato yang membawa pesan peringatan: "Darah Gaza ada di lehermu!"

Ringkasan Kitab Peralatan -2

Ringkasan Kitab Peralatan -2

Sesungguhnya khalifah mewakili umat dalam pemerintahan, kekuasaan, dan pelaksanaan hukum-hukum syariat. Kekuasaan adalah milik umat, dan umat menunjuk siapa yang melaksanakannya sebagai wakilnya. Khalifah tidak menjadi khalifah kecuali jika umat membaiatnya, dan dengan itu, ia wajib ditaati. Seseorang tidak menjadi khalifah bagi umat Islam kecuali jika Ahlul Halli wal 'Aqdi membaiatnya dengan baiat yang sah secara syariat, dengan kerelaan dan pilihan, serta memenuhi syarat-syarat pengangkatan, dan kemudian langsung menerapkan hukum-hukum syariat. Adapun gelar yang diberikan kepadanya adalah gelar khalifah, imam, atau amirul mukminin, yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih dan ijma' sahabat, sebagaimana gelar tersebut juga diberikan kepada para Khulafaur Rasyidin.

Rangkaian "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama - Abu Malik - Bagian 33-

Rangkaian "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama - Abu Malik - Bagian 33-

Kepastian mengarah pada pengetahuan, yaitu keyakinan, yaitu beriman kepadanya adalah wajib[2] dan teoritis[4], dan argumentasi berdasarkan persyaratan akal juga diperlukan. Badr al-Din al-Zarkashi berkata dalam Al-Bahr al-Muhit: "Masalah akal ada dua jenis: Apa yang diketahui dengan keniscayaan akal, dan itu adalah sesuatu yang tidak boleh bertentangan dengan apa adanya, seperti tauhid[6] Jadi, jika pengetahuan tentang hal itu diperoleh dengan bukti akal, itu menjadi pasti,

187 / 10603