Pemikiran

Subcategories: Konsep Prinsip
Artikel Pilihan

Permata Buah-buahan - KHAIRATUN HISAN

Allah Ta'ala berfirman ( di dalamnya ada Khairatun Hisan ) [ Ar-Rahman:70 ].

Baca Selengkapnya
Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - Oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama - Abu Malik - Bagian 48

Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - Oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama - Abu Malik - Bagian 48

Khilafah adalah sesuatu yang menggantikan sesuatu, dan hukum adalah milik Allah Ta'ala, dan Allah telah menjadikannya untuk makhluk secara umum dalam sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikanmu khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kamu beramal." Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri, membenarkan firman Allah Ta'ala: "Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat." [Yunus: 14], yaitu menerapkan hukum-hukum Allah, dan manhaj Allah di antara kamu dan atas diri kamu dalam setiap urusan, dan kekhalifahan secara khusus dalam pemerintahan, dari seorang penguasa yang memerintah dengan apa yang diturunkan Allah, karena manhaj inilah yang membedakan antara orang yang dijadikan khalifah di bumi menjadi perusak di dalamnya, penumpah darah, atau menjadi seorang khalifah yang dilindungi oleh manhaj itu dari kesalahan tersebut, dan agar manhaj itu menang, ia harus menang melalui negara, bukan hanya sekadar dipatuhi oleh individu-individu di tengah masyarakat yang didominasi oleh manhaj selain itu!

Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama – Abu Malik - Bagian 46

Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salama – Abu Malik - Bagian 46

Saya telah meneliti pendapat Allamah Taqiuddin an-Nabhani tentang tawatur maknawi dan menyimpulkan bahwa dia berpendapat dengan tawatur maknawi. Dia berkata dalam jawaban atas pertanyaan bertanggal 1973 yang berbunyi: Kemudian, realitas kehidupan umat Islam pada masa Rasulullah ﷺ adalah pemisahan wanita dari pria, yaitu pemisahan wanita dari pria, dan pemisahan ini berarti mencegah pertemuan pria dengan wanita,

Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - Oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salamah – Abu Malik - Bagian 45

Seri "Khilafah dan Imamah dalam Pemikiran Islam" - Oleh Penulis dan Pemikir Thaer Salamah – Abu Malik - Bagian 45

Adapun jenis yang kedua: Adapun penyampaian praktis, diperoleh dengan menelaah kejadian dan kebiasaan yang mapan di kalangan umat, dan contohnya adalah bahasa: Karena termasuk dalam tawatur maknawi adalah penggunaan bahasa oleh orang Arab, karena mereka telah menyepakati kata-kata tertentu yang menyampaikan makna tertentu, maka kata itu, agar dianggap sebagai kata Arab, harus diriwayatkan dari orang Arab dengan riwayat yang benar, baik dengan menukil puisi, atau melalui penggunaan bahasa oleh orang Arab yang argumentasinya diterima (dan ini adalah bentuk yang berkisar antara tawatur maknawi dan lafdzi).

1 / 3