Postingan Terbaru

Dukungan terhadap Ketidakberartian, Pelampung bagi Sistem, atau Batu yang Akan Menjatuhkannya ke Dasar?

Dukungan terhadap Ketidakberartian, Pelampung bagi Sistem, atau Batu yang Akan Menjatuhkannya ke Dasar?

Tidak ada lagi yang menyembunyikan fakta bahwa ketidakberartian yang meningkat pesat yang kita lihat di mana-mana (mengagungkan pemain sepak bola, penyanyi, penari, orang-orang tidak berartian, orang-orang bejat,... dan mencurahkan sejumlah besar uang kepada mereka, menjadikan mereka bintang, teladan, dan panutan), bukanlah produk kebetulan, bukan takdir, atau konsekuensi alami di dunia raksasa komunikasi elektronik, tetapi merupakan hasil perencanaan dan tipu daya setan manusia siang dan malam, dan banyak tulisan telah muncul di bidang ini yang menegaskan hal ini, bahkan berteori tentangnya, dan meletakkan dasar dan mekanisme untuk mengendalikan orang, merayu mereka, menyibukkan mereka, dan...

Identitas untuk Negara? Atau Negara Tanpa Identitas?!

Identitas untuk Negara? Atau Negara Tanpa Identitas?!

Pada tahun ketiga belas kenabian, perwakilan dari suku Aus dan Khazraj yang datang dari Yatsrib ke Mekah berbaiat kepada Rasulullah ﷺ dengan baiat kekuasaan, perang, dan ketaatan. Maka Nabi ﷺ berhijrah kepada mereka untuk menerima kekuasaan dari mereka berdasarkan baiat tersebut. Dengan kedatangan Nabi ﷺ ke Madinah dan dimulainya langkah-langkah pemerintahan dan kekuasaan, berdirilah negara Islam pertama, atas dasar baru yaitu akidah Islam, dan Nabi ﷺ mulai mengurus urusan rakyatnya dengan syariat Allah yang mulai diturunkan dengan berdirinya negara ini, setelah sebelumnya hanya sedikit yang diturunkan. Maka dunia mulai mengenal negara baru, dengan identitas peradaban baru, dan masyarakat dengan cara hidup baru. Dan pandangan dunia semakin terpikat pada negara ini setiap kali ekspansinya meningkat, yang mencapai pada masa kekhalifahan India dan perbatasan Tiongkok di timur dan tepi Atlantik di barat dan perbatasan Prancis dari sisi Andalusia. Dan di antara kekuatan peradaban Islam adalah kemampuannya untuk menarik sejumlah besar bangsa. Bangsa-bangsa itu memiliki banyak agama, budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, undang-undang yang berbeda, warna dan ras yang beragam, dan mereka memiliki cara hidup yang berbeda. Oleh karena itu, orang-orang ini tersebar di antara "identitas" yang hampir tak terhitung jumlahnya. Namun, dengan kesesuaiannya dengan fitrah manusia dan keyakinannya pada akal, Islam mampu melebur mereka semua menjadi satu wadah. Setelah mereka beriman dan memeluk Islam, mereka meninggalkan agama, budaya, undang-undang, dan cara hidup mereka sebelumnya, bahkan banyak dari mereka meninggalkan bahasa asli mereka, dan peradaban Islam melipat lembaran peradaban mereka sebelumnya, sehingga mereka menjadi satu umat, mewujudkan satu peradaban, berintegrasi ke dalam satu cara hidup, dan mengadopsi satu sistem legislatif yaitu Syariat Islam, tanpa perbedaan ras mereka dan masa lalu sejarah mereka yang berbeda dan lingkungan geografis dan iklim mereka yang bervariasi membentuk hambatan apa pun. Maka umat Islam di sepanjang bentangan luas ini didefinisikan oleh satu identitas yaitu Islam. Islam sendiri adalah identitas semua orang ini setelah mereka menjadi satu umat yaitu umat Islam.

228 / 10603